Tulisan ini terinspirasi dari seorang lelaki hebat, pejuang ilmu untuk negaranya dan juga agamanya. Keterkaguman yang harusnya bisa kusadari dari lama, namun ternyata baru kuakui saat ini dengan begitu bangga.
Inilah Bapaknda saya, Bapaknda tercinta, Bapaknda terhebat,
Bapaknda yang terlalu menginspirasi saya
Love you Dad :*
Jum`at, 16 Januari 2015
Selamat datang para pioner!! Selamat datang pendekar-pendekar inovatif!! Selamat datang pejuang-pejuang inspiratif!! dan selamat datang para pemilik cinta!!
Seakan kalimat penggubrak itulah yang menyambut kedatangan saya pertama. (Agak lebay mungkin ya? hahaha). Dari tempat mobil diparkirkan, sayup-sayup terdengar untaian kalam kerinduan itu disenandungkan. Ya... sekolah ini sekolah negeri. Sekolah negeri saudara-saudara... bukan sekolah agama yang sangat lazim terdengar senandung-senandung sholawat di sudut-sudutnya, dan saya pun mulai terperangah.
Sedang di sisi kanan saya, seorang lelaki berbaju koko putih berjalan sudah sangat tergopoh. "Tuh, mbak... anak-anak udah pada baca sholawat" wajah merasa bersalahnya terlihat sangat jelas. Saya paham maksud kata-kata itu, Bapak telat. Dan bisa jadi seperti biasa, telat gara-gara saya. :D
Saya pun melanjutkan misi penguntitan saya. memang sesekali kita para anak, harusnya bisa meluangkan waktu untuk tahu persis bagaimana kedua orang tua membanting tulang. Selain agar kita bisa lebih menghargai kerja keras mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran dari mereka. Seperti saya saat itu, hingga saya bisa berucap, " Ibu... betapa beruntungnya engkau mendapat seorang lelaki seperti beliau."
Kesan selanjutnya, "Bapakku ternyata tidak kalah dengan Bu Risma, wali kota Surabaya itu." aksi blusukan ternyata juga telah menjadi karakter kepemimpinannya. kreasi-kreasi yang sangat inovatif begitu menunjang sarana prasarana sekolah. Sebuah sekolah negeri, namanya SMP Negeri 1 Mojoagung disulap oleh beliau menjadi sebuah lapangan dakwah. Masih dengan inovasinya yang dipoles dengan beberapa kecakapan teknoligi terkini, sebuah stasiun TV intern sekolah didirikannya. TV OSPIMA.
Mungkin yang semacam ini memang sudah ada pula di beberapa sekolah, menjadikan TV sebagai salah satu wasaailutta`lim. Tapi disini, di kabupaten jombang ini, satu-satunya sekolah negeri yang mempunyai stasiun TV hanya sekolah itu. Sekolah bapak saya dan atas ide bapak saya (Duhh... ngefansnya sama Bapak. hehehe)
Hebatnya lagi, dengan TV OSPIMA ini syiar islam bisa tersampaikan lebih efektif, dan saya yakin memang inilah tujuan yang dibidik olehnya, membuat suatu sarana pendidikan yang lebih efektif karena lebih diminati para siswa. Anak jaman sekarang mana coba yang nggak suka nonton TV? Hampir semuanya sudah terlalu ketergantungan sama layar bergerak ini, dan atas fakta yang seringkali dirisaukan para orang tua itulah studio TV itu dibangun lengkap dengan kru serta peralatan-peralatannya.
Melalui TV yang dipasang di kelas-kelas, tiap ada kegiatan tidak perlu lagi sekolah buat menyiapkan aula besar atau minimal tanah lapang beratap yang harus bisa menampung 900an siswa. Hanya tinggal menghadirkan para wali kelas mendampingi murid-murid untuk menonton TV bersama, kegiatan sudah berjalan jauh lebih efektif, tentunya tanpa duduk berdesak-desakan, tanpa gerah, dan tanpa resiko ketidak kondusifan yang lain. Lebih dari itu, sekolah ini menakjubkan. Di acara peringatan maulid nabi muhammad, saya mendengar sendiri murid-murid SMPN 1 Mojoagung membaca maulid diba`i bersama, putra-putri mengkisahkan tentang manusia teristimewa Kanjeng Nabi Muhammad SAW, menyenandungkan sholawat tanda cinta, dan mendengar tausiyah-tausiyah penuh makna. Allah... bahagia nya...
Lanjut mengintip kinerja para kru dan pengisi acara di studio ukuran 2x3 meteran mungkin. Dengan peralatan yang tentunya belum bisa menyamai stasiun-stasiun TV nasional kayak RCTI, MNC, atau TV-TV yang lain, adek-adek kru ini sudah tampak profesional sekali (hahaha... karena saya semdiri pun belum bisa yang begituan). Seorang mengatur tampilan gambar, seorang lagi mengatur kualitas suara, dan satu lagi memastikan tampilannya akan bagus, yang mana kala itu sedang berlaga di depan kamera sepasang presenter handal. Wah... benar-benar ketrampilan yang patut diacungi jempol. Bisa dijadiin bekal di masa depan itu dek :)
Di ruangan yang lain, beberapa siswi sedang sibuk mempersiapkan penampilan mereka. tanga-tangan mereka memegang kitab maulid diba`, "oh... pasti mereka mau tampil sholawatan," saya asal menebak, dan ternyata apa yang disampaikan bapak membenarkan tebakan saya. Tak jauh dari tempat saya berdiri, ada seorang bocah laki-laki berpeci, berkoko, dan bersurban yang akhirnya saya tahu dialah sang ustad kecil. Tausiyahnya terdengar keren. bahkan jika dibandingkan dengan saya, dia jauh lebih istimewa. hehehe...
Well, itu hanya sekedar cerita. Tentang sebuah perjalanan yang saya pun sangat tidak menyangka. Betapa bapak saya keren, betapa sekolah itu keren, dan betapa murid-muridnya juga keren. Meskipun bapak saya bukanlah ulama dengan keilmuan islam yang mendalam, namun beliau sangat bisa mengajarkan saya untuk menjadikan tempat bekerja sebagai ladang dakwah kita mendulang pahala. Maka, saya pun semakin yakin, siapa pun dia, bagaimana pun keadaannya, kapan pun waktunya, dan dimana pun dia berada, tetap sangatlah bisa melakukan sesuatu untuk agamanya, menyiarkan islam kepada sesama.
Good Job Daddy. it is more than just learning. Love you so much.
Ini ceritanya adik-adik lagi latihan sholawatan sebelum tampil. Itu ada Pak gurunya. Kata Bapak sih namanya Pak Kholis, santri Kalibening.
Ini voice center dimana ada adik siswi yang lagi mimpin baca diba`. keren ya? selama sekolah dulu kayaknya nggak pernah nemuin yang kayak gini deh...
Ini adik-adik presenternya. mereka pede-pede bangetlah. jadi inget jaman masih muda dulu. :D
Kru TV OSPIMA, keren-keren ya? bahkan di usia semuda itu mereka udah dapet kesempatan menguasai ilmu pertelevisian
La... ini nih. Tampak kondusif sekali bukan? khusyuuk banget bacanya
Ini TV yang lagi nyiarin acara maulidan SMPN 1 Mojoagung, ada di masing-masing kelas
Marilah kita saksikan bersama penampilan sholawat dari grup sholawat SMPN 1 Mojoagung. prook...prook...prook... :)