Rabu, 15 Juli 2015

Bukan "selamat tinggal" tapi "sampai jumpa"

IAku memang sudah lama mengenal pepatah itu. Hanya saja, sampai saat umurku tak lagi terbilang muda, aku tak kunjung bisa meraih makna agungnya.

"Kau tak akan merasakan sesuatu itu berarti, kecuali sampai ia telah benar-benar pergi."

Ramadhan 1436 H hanya bersisa kurang dari 24 jam. Setelah kehadirannya selama hampir genap 29 hari ini, aku bahkan tak merasa ia benar-benar ada. Tak ada perlakuan special, apalagi penyerahan segenap rasa hati. Semua berjalan standar, biasa saja. Puasa, tarawih, tadarus, hanya berlalu tanpa ruh. Ohh allah, beginikah seharusnya seorang hamba menyikapi tatkala tiba bulan kesayangan Tuhannya datang menyapa dirinya?

Dan baru ketika tarawih tak ada lagi di tahun ini, puasa hanya tinggal esok hari, dan tadarus bersisa lembar-lembar penutup, terisaklah hati ini dalam penyesalan yang memilukan. Serupa bocah kecil yang tersedu tatkala ditinggalkan ibundanya. Aku harap, benar-benar bukan ucapan "selamat tinggal" lah yang kusampaikan, melainkan ucapan "sampai jumpa" karena Allah masih memberikan karunia usia untuk ku bisa sekedar tahun depan menyapanya. Teruntuk kau, bulan yang mulia. Ramadhan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar