Hei... selamat pagi.
Seperti biasa. Tulisanku ya hanya tulisan biasa. Sama sekali bukan tulisan yang istimewa. Kecuali kalau kalian jeli menelisik tiap makna yang tersembunyi di dalamnya.
"Peta buta..." sepertinya aku juga sudah sering menyebutkannya. Bahkan dia seakan teka teki berhadiah milyaran rupiah sehingga tiap keping jawaban yang perlahan kudapatkan menjadi begitu berharga. Ahh.. dasar alay.
"Sekufu" ini juga lebih keren lagi. Konsep jodoh dari Allah yang sangat manakjubkan. Tolok ukur sekufu seperti apa juga gak banyak yang bisa memprediksi. Apakah sekufu materinya, fisiknya, tingkat keimanannya... hanya Allah yang maha adil dan maha tahulah yang sepenuh nya menentukan timbangannya berimbang seperti apa.
Dan sekarang dari dua kata pokok di atas aku mulai meraba keadaanku. Kasihan sekali kalau tulisan ini hanya sebagai wadah curahan hati. Tapi ya seperti inilah... seperti yang tadi kubilang. Ini hanya tulisan biasa.
Aku memang masih belum berani menyebut nama. Bahkan mengingat identitasnya saja aku takut. Karena sepertinya otak kecilku ini belum bisa menemukan titik singgung kesekufuan kami. Lantas apakah ini benar benar hanya tebakan asal comot? Atau memang olah rasa, olah firasat? Entahlah... aku hanya mampu terus bertanya pada dia sang pemberi petunjuk. Benarkah dia jawaban atas peta buta ku?
Waktu dan doa. Tambah sabar dan tawakal. Mungkin cukup itu saja resep hemat untuk perkara yang serupa ini. Terus berdoa dengan sabar dan tawakal hingga waktu benar benar dikirim allah untuk mengantarkan sebuah jawaban. Dan ketika tawakkal benar benar bertangkal di hatimu, maka jawaban apa saja itu tak perlu. Karena ada billah disana. Billah... iya... billah... satu pelajaran yang langsung kudapatkan dari kyai lukman hakim. Sufi jakarta. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar