Sabtu, 07 Februari 2015

"aku"ku

Hidup ini sama sekali tak butuh kepalsuan-kepalsuan itu. Seindah apa kau menghias topengmu, masa pasti akhirnya kan membuatnya berkerak juga. Maka tak ada yang salah ketika ada yang ingin membela "aku", karena "aku"ku adalah realita yang seharusnya bisa diterima. Hanya seekor liliputlah yang terus bertahan di dalam tempurung ke-"dia"-annya yang menurutnya besar, tapi hakikatnya kecil. Lantas kuucapkan "maaf" sajalah kepadamu.

"terkikiskah sebuah muru`ah?"
"Hinakah kornea yang mulai mengakrabi sekitar?"
"dan bisa kembalikah?"
atau singkatnya, "salahkah?"
Jawab sajalah sendiri dengan hati.
Cukup dengan hati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar