Sabtu, 01 Februari 2014

Surat cinta untuk Sang Belahan Jiwa

Edisi 3 (6 Januari 2014)


Assalamualaikum…
Maaf, sepertinya cukup lama aku tak mengabarkan hariku kepadamu. Hehehe… ternyata aku juga merasakan rindu untuk berkisah bersamamu. Apa kabar? Semoga kau senantiasa baik ya di sana.
Aku tahu, waktu memang tak pernah mau menunggu. Ia terus menggulir. Meninggalkan siapapun yang tak merasa ditunggu. Iya, tak terasa hari ini sudah hari ke 6 di bulan Januari 2014. Pergantian hari tak pernah kusesali karena ia semakin mengantarkanku pada pertemuan itu, pertemuan dengan mu dan pertemuan dengan Rabbku.

Kasih,,,
Aku hanya ingin membagi nikmatnya bercinta dengan seorang kekasih yang haqiqi. Saking nikmatnya, aku tak pernah berhenti untuk memohon cinta ini selalu ada di hatiku. Maaf… kita memang tidak patut membagi hati. Kecuali mambagi hati hanya kepada yang memiliki hati dan kekasih Sang pemilik hati tersebut. Iya cinta. Mungkin kelak ketika aku bertemu denganmu, cintaku akan tersengkut padamu, tapi lagi-lagi cinta itu hanya akan kujadikan sarana untuk meraih cinta haqiqiku, dan kuharap kau pun bisa memahami atau bahkan berpinsrip seperti itu juga.

Cinta,,,
Aku tak pernah bermaksud membuatmu cemburu. Hanya saja aku bermaksud untuk membuatmu turut mencinta apa yang selalu aku cinta. Bahkan semua katapun tak mampu untuk mengungkap indah akhlaknya, elok lahirnya, dan mulia derajatnya. Nabi Muhammad adalah yang terindah sepanjang zaman. Tanpa cahayanya, Allahpun takkan berkenan menciptakan alam semesta. Namanya tertulis banyak di surga hingga Nabi Adam as. Bertanya-tanya siapakah gerangan nama yang diagungkan di sana.

Iya Cinta…
Betapa aku ingin mengenalnya lebih dekat. Betapa aku ingin semakin mencintainya karena Allahpun sangat mencintainya. Betapa aku ingin bertemu dengannya. Betapa aku ingin menatap paras menawannya. Betapa aku ingin mencium aroma harumnya. Betapa aku ingin duduk bersanding bersamanya. Betapa aku ingin mendapatkan syafaatnya. Betapa aku ingin menjadi umat yang dibanggakan olehnya.
Assholatu alaika Ya Rasulallah… Assholatu alaika Ya Nabiyallah… Assholatu alaika Ya habiballah. Ya Rasulallah, undhurniy… undhurniy Ya Rasulallah…
Dan Rasulallah pernah bersabda, man ahabbaniy fa huwa ma`iy fil jannah.

Kasih…
Aku ingin kelak kita berdua bisa bersama dengan Nabi Muhammad. Berkumpul bersama mereka-mereka para pecinta Nabi Muhammad SAW. Dan sekarang aku ingin mengajakmu menapaki tangga-tangga cinta itu. Mari kita bersama jadikan hari-hari kita adalah untuk mencari keridhoan Allah. Menjadikan keluarga kita kelak keluarga para pecinta rasul yang ramai dengan sholawat, yang senang dengan sunnah, yang bangga dengan khoirul bariyyah, Rasulullah Muhammad SAW.
Hari ini sudah sangat dekat dengan hari ulang tahun Rasulullah. Mari kita tunjukkan betapa kita berbahagia dengan kelahiran insan termulia sepanjang zaman ini. Siapkan kado terbaik kita untuknya. Hadirkan beliau dalam setiap langkah kita. Hidupkan sunnahnya. J
Dan kita serukan bersama “ KAMI MENCINTAIMU YA RASULALLAH” Allahumma sholli wa sallim ala sayyidinaa Muhammad J

Cinta…
Karena aku selalu berharap kaulah pendampingku dunia akhirat, maka aku pun selalu berharap kelak kita sama-sama di surga. Aku selalu ingin kita menjadi pasangan yang saling mengingatkan karena Allah. Menjadi orang tua yang selalu mengingatkan anak cucu kita kepada Allah dan Rasulallah SAW. Semoga kaupun senang dengan rencana hidupku ini.
Wassalamualaikum wr. wb.
Salam cinta kami Ya Rasulallah SAW…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar