" Lil, ntar kalo ada buku pengarangnya Alya Al-Hikmah, berarti itu buku aku ya!"
" Iya mbak Vit, kalo nanti ada novel penulisnya Lylacious itu berarti karangan aku. :D "
Obrolan pagi kami mengalir. Seumpama anak sungai di antara perbukitan-perbukitan berpayung senyuman elok sang mentari. Sedikit mengandai memang. Dari sini, dari sebuah kamar kecil berhunikan 10 orang santriwati, kami mulai merajut mimpi, menuai harapan, dan menggapai suatu perwujudan.
Bakat raksasa di balik tubuhnya yang kecil. Di tirai malamnya, kutahu hatinya teringsak tangis. Bukan dunia yang terlalu jahat padanya. Hanya sepasang malaikat yang ingin mengkader pribadi tangguhnya. Kegemarannya sama sepertiku. Bersahabat dengan bermacam kata dan aksara. Berlayar bersama perahu kertas dan berdayung sepasang tinta emas. Karya-karyanya kuacungi pasti. Hanya duka ketika melihat seberkas pandangan itu meredup karna pelangi citanya tampak tak beranak tangga.
Oh Kawan kecilku, kutahu betapa berat harimu. Namun tak kubolehkan mimpimu yang membara itu harus terbakar hangus tinggal abu. Kutunggu sepak terjangmu wahai sahabat kecilku. Kugandeng asamu bersama alunan do`aku mengantarkan mimpiku. Hingga kelak kita akan sama-sama berdiri di ujung pelangi, karena Allah telah menghendaki segala yang kita ingini. Semoga-semoga-dan semoga.
Ku gapai dan Kau gapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar