Jumat, 28 Februari 2014

Nilai Jatuh Bersama Rinai


Hujan Mengajariku lagi
Tentang amarah, penyesalan, dan air mata
Juga tentang arti sebuah pertaubatan

Bahkan setelah geram seharian, menantang segala jagad raya dengan panasnya yang menggilan, ia tak malu tuk menderaikan air mata penyesalan. Hujan bukanlah simbol kecengengan. Melainkan hujan adalah bentuk kepasrahan langit kepada Tuhan. AAngkasa boleh kokoh memayungi semesta. Namun ia juga seorang hamba. tak sanggup ia menerima segala kenistaan yang menyakitinya.

Ia marah, lalu ia menengadah. Ia murka, sejurus kemudian ia berduka. Hujan itulah air mata pertaubatannya. Menangis dan mengais ampunan-Nya. Ia paham, tak sepatutnya ia geram. Ia sadar, seharusnya cukuplah ia untuk bersabar. Namun rinai permohonan itu berbalas langit senja bertemaram manja. Indah

Dan itulah sejatinya. Bukan panasnya bumi yang patut dicaci, melainkan damainya semesta setelah hujan inilah yang semestinya kita ambil maknanya.
Tentang Penyesalan dan Pertaubatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar