Ternyata aku tak benar benar menyukai perjalanan. sebagaimana jalan terbentang, ia tak selalu lapang. sesekali arai menghadang. dan bukan hal langka jika aku tiba-tiba tersambar. air mata tiada permisi membawaku pada dimensi tak terbantahkan. kembali pada kesadaran "kami manusia bertuhan". Aku perlahan berkelit dalam rangkaikan cerita berharga. antara dosa dan singkatnya masa.
ya.. aku sudah terlalu akrab dengan kesedihan, rasa bersalah, juga penyesalan. ditambah lagi duka lara. ia sering sekali menemaniku berjalan. dalam gelapnya malam jua cahayanya siang. ia serupa makhluk yang menampakkan diri, mengundang genangan air di mata.
tentu aku tak sehebat mereka. aku masih harus banyak menabung senyuman. hingga ketika tangis hendak bertandang pun tak lagi ada bilik tersisa. kecil hati ini kubuat sendiri.
sebagaimana aku berkawankan kenangan tatkala hujan datang, aku pun terlalu sering disapa tangis dalam perjalanan, entah bersama pesawat, bis, kereta, mobil, atau motor sekalipun. air mataku mengalir seiring laju mereka.
tuhan.. aku tak ingin membenci perjalanan. karena untuk sampai padamu pun aku harus berjalan. namun kumohon berikanlah kemampuan untuk bisa memaknai keadaan. membubuhkan pelajaran dalam catatan kehidupanku menuju dirimu. hingga bukan nilai merahlah yang kudapatkan dari mu.
Amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar