Jumat, 28 Februari 2014

Nilai Jatuh Bersama Rinai


Hujan Mengajariku lagi
Tentang amarah, penyesalan, dan air mata
Juga tentang arti sebuah pertaubatan

Bahkan setelah geram seharian, menantang segala jagad raya dengan panasnya yang menggilan, ia tak malu tuk menderaikan air mata penyesalan. Hujan bukanlah simbol kecengengan. Melainkan hujan adalah bentuk kepasrahan langit kepada Tuhan. AAngkasa boleh kokoh memayungi semesta. Namun ia juga seorang hamba. tak sanggup ia menerima segala kenistaan yang menyakitinya.

Ia marah, lalu ia menengadah. Ia murka, sejurus kemudian ia berduka. Hujan itulah air mata pertaubatannya. Menangis dan mengais ampunan-Nya. Ia paham, tak sepatutnya ia geram. Ia sadar, seharusnya cukuplah ia untuk bersabar. Namun rinai permohonan itu berbalas langit senja bertemaram manja. Indah

Dan itulah sejatinya. Bukan panasnya bumi yang patut dicaci, melainkan damainya semesta setelah hujan inilah yang semestinya kita ambil maknanya.
Tentang Penyesalan dan Pertaubatan.

Senin, 17 Februari 2014

Kenapa Musti Baca Bismillah??

Seringlah pastinya kita baca lafadz “bismillah”. Minimal pas waktu mau sholat, mau ngaji, mau wudlu, atau bahkan banyak juga yang di setiap mau melakukan apapun, dia pasti mengawalinya dengan “bismillah”. Saking udah terbiasa banget sampek akhirnya bisa mendarah daging kayak gitu.
Tapi pernah nggak sih mikir, kenapa kita disuruh buat membaca “bismillah”? Mau jawab “Ya karna itu perintah Allah”? Balik lagi dong ke pertanyaannya. Hehe

Okey,,, Bagi ilmu nih ya ceritanya :)

Sekurang-kurangnya ada 2 alasan kenapa kita musti baca Basmallah :

Yang disebut adalah nama Allah.
Kenapa nama? Ada apa dengan nama?
Ya karena nama itu abadi. (bukan abadi dalam artian seperti abadinya Allah lho yaa.. tetap Allah yang Maha Kekal). Termasuk juga nama kita. Sekalipun kitanya udah mati, nama kita bakal tetep ada kan meskipun hanya di nisan? Dan ntar juga waktu dihisab di akhirat Allah bakal manggil Nama kita, Al Hikmah binti Sukri misalnya. Hehe
Karena yang kita sebut itu nama Allah, sehingga diharapkan apa yang kita lakukan itu akan mempunyai manfaat abadi dengan menyebut nama Dzat yang Maha Abadi. Selain itu karena dengan menyebut nama Sang Maha, maka segala yang mengganggu itu bakal takut. So,,, kita bisa mencegah dan menanggulangi “human eror” yang mungkin terjadi.

Yang disebut itu sifat "Rahman" dan "Rahim"
Terus kenapa yang disebut itu sifat “Rahman”?
Agar kita sebagai mahkluk Allah juga bisa memiliki sifat welas (kasih sayang). Karena sifat rahman itu sejatinya adalah sifat kasih Allah yang diberikan di dunia, kepada semuuuanya, dan dapat kita rasakan.
Terus kenapa juga yang disebut itu sifat “Rahiim”?
Kita kan bakal kembali ke Allah, dengan mengucap basmallah apa yang kita lakukan diharapkan akan bisa mengantarkan kita buat kembali ke Allah dan mendapat Rahiimnya Allah. Karena sifat rahim itu sejatinya adalah sifat kasih sayang Allah yang diberikan khusus untuk umat Islam di akhirat nanti.


Well, semoga ini bisa jadi motivasi kita buat bisa selalu mengawali segala aktivitas kita dengan bacaan “Bismillah” ya… Amiin 

Minggu, 16 Februari 2014

Akhir Sang Bidadari


Bahkan air mata menjelma permata
Terbang mengejar pergi
Sedang senyum membelah pekatnya malam
Memendarkan pijaran
Atas beberapa kali lambaian

Aku terkesima
Dalam dentang yang kian lama
Banyak mata menggenangkan cinta
Segenap sukma mengharukan rasa

Inikah balasan?
Atau inikah persembahan?
Dan sang bidadari
Masih saja berpayung pelangi
Namun di hari ini
Pengembaraannya berakhir sampai di sini

Jumat, 14 Februari 2014

Aku Menyebutnya "Hari Pink Abu-abu"

14 Februari 2014. Kebetulan atau apalah aku juga tak paham. Yang jelas, aku menyebut hari kemarin itu dengan sebutan "Hari pink abu-abu". Yah,,, begitulah Allah. Dzat yang sangat bisa merubah suatu keadaan. Di berbagai belahan dunia, banyak orang yang bersuka cita mempersiapkan hari yang oleh orang selain Islam disebut sebagai hari Valentine dan disini, nuansa pink itu diubah seketika oleh Allah dengan abu-abu. Di hari terlaknat yang  banyak mengantarkan manusia kepada berbagai bentuk maksiyat inilah, Allah menunjukkan kekuasaannya. Subhanallah

Bermulai pagi hari kira-kira pukul 03.30 WIB. Jombang dan pastinya wilayah lain di sekitar kelud bahkan sampai jawa tengah sudah tertutup oleh abu vulkanik pasca meletusnya Gunung Kelud. Kala itu, kami memang belum mendapat kabar jelas tentang meletusnya gunung yang terletak di perbatasan Kediri, Malang, dan Blitar itu. Yang sempat kami tangkap pada jam yang dikabarkan Gunung Kelud meletus hanyalah sambaran kilat yang cukup mengagetkan. Tepatnya waktu itu kami sedang manikmati mie instan bersama seluruh penghuni kamar Babussalam Ponpes Al-Mardliyah. Melihat sambaran kilat, kami awalnya tidak berfikir apa-apa. kaget memang, tapi masih biasa saja. Namun, ketika malam sudah mulai larut, beberapa kawan yang tidur di serambi kamar dikagetkan oleh debu-debu yang bertebaran, yang akhirnya membangunkan mereka karena memang debu itu dalam jumlah banyak. Baru ketika debu-debu itu sudah terlalu menganggu, kami mulai nyandak kalo ini pasti ada hubungannya dengan Gunung Kelud yang dikabarkan berstatus siaga satu.

Belum Subuh memang, tapi sudah banyak para santri yang terbangun dan hanya terpana dengan keadaan yang ada. Halaman kotor, baju-baju yang dijemur juga kotor, tanaman-tanaman yang awalnya berwarna hijau pun menjadi abu, genteng-genteng tetangga yang tampak dari lantai tiga tertutup abu yang cukup tebal. Subhanallah,,, meski alhamdulillah Jombang  hanya ditimpa hujan abu, tapi kejadian ini sangat membuat kami bertafakkur sedalam-dalamnya.
"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan, ALLAH MENGATUR URUSAN(Makhluk-Nya), MENJELASKAN TANDA-TANDA (Kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu)dengan Tuhanmu."(Qur`an Surat 13 ayat 2)
Masih terngiang peristiwa tsunami, yakni tanggal 24 Desember 2004, Sehari Sebelum HARI NATAL.
Dan sekarang peristiwa meletusnya Gunung Kelud, tanggal 13 Februari 2014, Sehari Sebelum HARI VALENTINE. Keduanya adalah hari yang sangat diagung-agungkan oleh umat selain Islam. Subahanallah...

Wahai Allah,,,
alamat apa yang ingin kau sampaikan kepada kami Ya Rabb...
Setelah kemarin gempa di wilayah Jawa Tengah,
Gunung Sinabung meletus di Medan,
Longsor dan Banjir di Jombang,
dan kali ini meletus Gunung Kelud yang ketinggiannya mencapai 17 kilometer,
juga hujan abu vulkaniknya yang sampai pada wilayah Jogja dan Jawa Tengah.
Betapa kita telah banyak melupakanMu
Berpaling dariMu dan sejengkal demi sejengkal mengikuti musuh-musuhMu
Ampuni kami Ya Rabb,,,

Bersama segala fenomena bencana ini,
Ada rahmatMu yang selalu kau limpahkan pada Kami
Peringatan inilah bentuk cintaMu.
Agar kami semakin yakin padaMu.
Supaya kami juga semakin iman pada sifat-sifatMu
Serta semakin mendekat kepadaMu.

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya Aku adalah seorang PEMBERI PERINGATAN YANG NYATA kepadamu." - " Maka ORANG- ORANG YANG BERIMAN DAN BERAMAL SALEH, BAGI MEREKA AMPUNAN DAN REZKI YANG MULIA." (Qur`an Surat 22:49-50)
Dan Allah lah Dzat Yang Berkuasa atas segala sesuatu. 

Selasa, 11 Februari 2014

Satu Lagi Sahabat Berlabuh

Satu pelukan untukmu wahai sahabatku. Ku dapat rasakan fibrasi kebahagiaan yang bergetar di hati itu. Betapa i`tikad baikmu bersambut dengan satu lafadz yang tlah kau nanti sangat. Ahsan. Selamat... Setidaknya peta buta pencarian sang pemilik rusuk itu sudah terpegang erat dalam genggamanmu. Dan langkah-langkahnya sudah berjalan setapak. tinggal mendaki dan mendekat. Serta jangan lupa kau harus selalu berserah akan segala iradat.
sahabat... Lagi-lagi hanya segenap do`a yang kan mengalir bersama bahagiamu. memeluk langkah-langkah perdana menuju mahligaimu. Barokallahu lakuma wa baroka alaikuma mbak Clara... aku antri do`anya ya... :D hahahaha

Minggu, 09 Februari 2014

Menggapai Pelangi Cita :)

" Lil, ntar kalo ada buku pengarangnya Alya Al-Hikmah, berarti itu buku aku ya!"
" Iya mbak Vit, kalo nanti ada novel penulisnya Lylacious itu berarti karangan aku. :D "

Obrolan pagi kami mengalir. Seumpama anak sungai di antara perbukitan-perbukitan berpayung senyuman elok sang mentari. Sedikit mengandai memang. Dari sini, dari sebuah kamar kecil berhunikan 10 orang santriwati, kami mulai merajut mimpi, menuai harapan, dan menggapai suatu perwujudan.

Bakat raksasa di balik tubuhnya yang kecil. Di tirai malamnya, kutahu hatinya teringsak tangis. Bukan dunia yang terlalu jahat padanya. Hanya sepasang malaikat yang ingin mengkader pribadi tangguhnya. Kegemarannya sama sepertiku. Bersahabat dengan bermacam kata dan aksara. Berlayar bersama perahu kertas dan berdayung sepasang tinta emas. Karya-karyanya kuacungi pasti. Hanya duka ketika melihat seberkas pandangan itu meredup karna pelangi citanya tampak tak beranak tangga.
Oh Kawan kecilku, kutahu betapa berat harimu. Namun tak kubolehkan mimpimu yang membara itu harus terbakar hangus tinggal abu. Kutunggu sepak terjangmu wahai sahabat kecilku. Kugandeng asamu bersama alunan do`aku mengantarkan mimpiku. Hingga kelak kita akan sama-sama berdiri di ujung pelangi, karena Allah telah menghendaki segala yang kita ingini. Semoga-semoga-dan semoga.
Ku gapai dan Kau gapai.

Sabtu, 01 Februari 2014

Surat cinta untuk Sang Belahan Jiwa

Edisi 3 (6 Januari 2014)


Assalamualaikum…
Maaf, sepertinya cukup lama aku tak mengabarkan hariku kepadamu. Hehehe… ternyata aku juga merasakan rindu untuk berkisah bersamamu. Apa kabar? Semoga kau senantiasa baik ya di sana.
Aku tahu, waktu memang tak pernah mau menunggu. Ia terus menggulir. Meninggalkan siapapun yang tak merasa ditunggu. Iya, tak terasa hari ini sudah hari ke 6 di bulan Januari 2014. Pergantian hari tak pernah kusesali karena ia semakin mengantarkanku pada pertemuan itu, pertemuan dengan mu dan pertemuan dengan Rabbku.

Kasih,,,
Aku hanya ingin membagi nikmatnya bercinta dengan seorang kekasih yang haqiqi. Saking nikmatnya, aku tak pernah berhenti untuk memohon cinta ini selalu ada di hatiku. Maaf… kita memang tidak patut membagi hati. Kecuali mambagi hati hanya kepada yang memiliki hati dan kekasih Sang pemilik hati tersebut. Iya cinta. Mungkin kelak ketika aku bertemu denganmu, cintaku akan tersengkut padamu, tapi lagi-lagi cinta itu hanya akan kujadikan sarana untuk meraih cinta haqiqiku, dan kuharap kau pun bisa memahami atau bahkan berpinsrip seperti itu juga.

Cinta,,,
Aku tak pernah bermaksud membuatmu cemburu. Hanya saja aku bermaksud untuk membuatmu turut mencinta apa yang selalu aku cinta. Bahkan semua katapun tak mampu untuk mengungkap indah akhlaknya, elok lahirnya, dan mulia derajatnya. Nabi Muhammad adalah yang terindah sepanjang zaman. Tanpa cahayanya, Allahpun takkan berkenan menciptakan alam semesta. Namanya tertulis banyak di surga hingga Nabi Adam as. Bertanya-tanya siapakah gerangan nama yang diagungkan di sana.

Iya Cinta…
Betapa aku ingin mengenalnya lebih dekat. Betapa aku ingin semakin mencintainya karena Allahpun sangat mencintainya. Betapa aku ingin bertemu dengannya. Betapa aku ingin menatap paras menawannya. Betapa aku ingin mencium aroma harumnya. Betapa aku ingin duduk bersanding bersamanya. Betapa aku ingin mendapatkan syafaatnya. Betapa aku ingin menjadi umat yang dibanggakan olehnya.
Assholatu alaika Ya Rasulallah… Assholatu alaika Ya Nabiyallah… Assholatu alaika Ya habiballah. Ya Rasulallah, undhurniy… undhurniy Ya Rasulallah…
Dan Rasulallah pernah bersabda, man ahabbaniy fa huwa ma`iy fil jannah.

Kasih…
Aku ingin kelak kita berdua bisa bersama dengan Nabi Muhammad. Berkumpul bersama mereka-mereka para pecinta Nabi Muhammad SAW. Dan sekarang aku ingin mengajakmu menapaki tangga-tangga cinta itu. Mari kita bersama jadikan hari-hari kita adalah untuk mencari keridhoan Allah. Menjadikan keluarga kita kelak keluarga para pecinta rasul yang ramai dengan sholawat, yang senang dengan sunnah, yang bangga dengan khoirul bariyyah, Rasulullah Muhammad SAW.
Hari ini sudah sangat dekat dengan hari ulang tahun Rasulullah. Mari kita tunjukkan betapa kita berbahagia dengan kelahiran insan termulia sepanjang zaman ini. Siapkan kado terbaik kita untuknya. Hadirkan beliau dalam setiap langkah kita. Hidupkan sunnahnya. J
Dan kita serukan bersama “ KAMI MENCINTAIMU YA RASULALLAH” Allahumma sholli wa sallim ala sayyidinaa Muhammad J

Cinta…
Karena aku selalu berharap kaulah pendampingku dunia akhirat, maka aku pun selalu berharap kelak kita sama-sama di surga. Aku selalu ingin kita menjadi pasangan yang saling mengingatkan karena Allah. Menjadi orang tua yang selalu mengingatkan anak cucu kita kepada Allah dan Rasulallah SAW. Semoga kaupun senang dengan rencana hidupku ini.
Wassalamualaikum wr. wb.
Salam cinta kami Ya Rasulallah SAW…