Event yang digelar divapress berguru pada hadits itu sebenarnya sudah satu bulan yang lalu. Bahkan saya pun sudah merencanakan keikutsertaan saya sejak jauh-jauh hari. Tapi dasar saya yang malas, ditambah lagi karena tadi yang saya sebut terreduksi itu, membuat segenap masalah hari ini terjadi. Saya mati ide. Padahal haditsnya pun sudah saya tetapkan sejak seminggu yang lalu dan sangat sesuai dengan event terbaru kita umat islam yakni maulid nabi. Tapi kenapa? Kok bisa?
Bahkan ketika saya berniat sejenak menutup ms. word kemudian membuka blog, lantas menuliskan segala gundah gulana diri ini, lancar-lancar saja. Terlalu deras malahan. Seakan emosi saya benar-benar meletup-letup ketika menyusun aksara-aksaranya. Apakah sebegitu tereduksinya cinta saya? Bahkan ketika ini adalah sebuah karya yang saya janjikan untuk kado ulang tahunnya? Vita... vita... Inikah yang kau sebut cinta? pantaskah kau menamakan dirimu seorang pecinta? dan jika sudah seperti inilah kenyataannya, masih mungkinkah Rasulullah berkenan bersamamu di surga?
Maka kembalilah kepada "why" mu. Karena dari situlah kau akan kuat. Dari situlah kau akan mendapatkan sumber kekuatannya. Dari sebuah alasan sederhana. dan atas nama cinta, kumohon, semoga Allah berkenan mengilhamkan rasa yang lantas memberikan motivasi ke saya. Atas nama cinta. Kutuliskn tentang indahnya mencintai dirinya
Paksakan, lantas kau akan merasakan (Wildan Fuady)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar