Rabu, 28 Januari 2015

Inspiring School, Inspiring Dad... #proud of SMP Negeri 1 Mojoagung

Tulisan ini terinspirasi dari seorang lelaki hebat, pejuang ilmu untuk negaranya dan juga agamanya. Keterkaguman yang harusnya bisa kusadari dari lama, namun ternyata baru kuakui saat ini dengan begitu bangga.

Inilah Bapaknda saya, Bapaknda tercinta, Bapaknda terhebat,
 Bapaknda yang terlalu menginspirasi saya
Love you Dad :*

Jum`at, 16 Januari 2015
Selamat datang para pioner!! Selamat datang pendekar-pendekar inovatif!! Selamat datang pejuang-pejuang inspiratif!! dan selamat datang para pemilik cinta!!

Seakan kalimat penggubrak itulah yang menyambut kedatangan saya pertama. (Agak lebay mungkin ya? hahaha). Dari tempat mobil diparkirkan, sayup-sayup terdengar untaian kalam kerinduan itu disenandungkan. Ya... sekolah ini sekolah negeri. Sekolah negeri saudara-saudara... bukan sekolah agama yang sangat lazim terdengar senandung-senandung sholawat di sudut-sudutnya, dan saya pun mulai terperangah.

Sedang di sisi kanan saya, seorang lelaki berbaju koko putih berjalan sudah sangat tergopoh. "Tuh, mbak... anak-anak udah pada baca sholawat" wajah merasa bersalahnya terlihat sangat jelas. Saya paham maksud kata-kata itu, Bapak telat. Dan bisa jadi seperti biasa, telat gara-gara saya. :D

Saya pun melanjutkan misi penguntitan saya. memang sesekali kita para anak, harusnya bisa meluangkan waktu untuk tahu persis bagaimana kedua orang tua membanting tulang. Selain agar kita bisa lebih menghargai kerja keras mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran dari mereka. Seperti saya saat itu, hingga saya bisa berucap, " Ibu... betapa beruntungnya engkau mendapat seorang lelaki seperti beliau."

Kesan selanjutnya, "Bapakku ternyata tidak kalah dengan Bu Risma, wali kota Surabaya itu." aksi blusukan ternyata juga telah menjadi karakter kepemimpinannya. kreasi-kreasi yang sangat inovatif begitu menunjang sarana prasarana sekolah. Sebuah sekolah negeri, namanya SMP Negeri 1 Mojoagung disulap oleh beliau menjadi sebuah lapangan dakwah. Masih dengan inovasinya yang dipoles dengan beberapa kecakapan teknoligi terkini, sebuah stasiun TV intern sekolah didirikannya. TV OSPIMA. 

Mungkin yang semacam ini memang sudah ada pula di beberapa sekolah, menjadikan TV sebagai salah satu wasaailutta`lim. Tapi disini, di kabupaten jombang ini, satu-satunya sekolah negeri yang mempunyai stasiun TV hanya sekolah itu. Sekolah bapak saya dan atas ide bapak saya (Duhh... ngefansnya sama Bapak. hehehe)

Hebatnya lagi, dengan TV OSPIMA ini syiar islam bisa tersampaikan lebih efektif, dan saya yakin memang inilah tujuan yang dibidik olehnya, membuat suatu sarana pendidikan yang lebih efektif karena lebih diminati para siswa. Anak jaman sekarang mana coba yang nggak suka nonton TV? Hampir semuanya sudah terlalu ketergantungan sama layar bergerak ini, dan atas fakta yang seringkali dirisaukan para orang tua itulah studio TV itu dibangun lengkap dengan kru serta peralatan-peralatannya.

Melalui TV yang dipasang di kelas-kelas, tiap ada kegiatan  tidak perlu lagi sekolah buat menyiapkan aula besar atau minimal tanah lapang beratap yang harus bisa menampung 900an siswa. Hanya tinggal menghadirkan para wali kelas mendampingi murid-murid untuk menonton TV bersama, kegiatan sudah berjalan jauh lebih efektif, tentunya tanpa duduk berdesak-desakan, tanpa gerah, dan tanpa resiko ketidak kondusifan yang lain. Lebih dari itu, sekolah ini menakjubkan. Di acara peringatan maulid nabi muhammad, saya mendengar sendiri murid-murid SMPN 1 Mojoagung membaca maulid diba`i bersama, putra-putri mengkisahkan tentang manusia teristimewa Kanjeng Nabi Muhammad SAW, menyenandungkan sholawat tanda cinta, dan mendengar tausiyah-tausiyah penuh makna. Allah... bahagia nya...

Lanjut mengintip kinerja para kru dan pengisi acara di studio ukuran 2x3 meteran mungkin. Dengan peralatan yang tentunya belum bisa menyamai stasiun-stasiun TV nasional kayak RCTI, MNC, atau TV-TV yang lain, adek-adek kru ini sudah tampak profesional sekali (hahaha... karena saya semdiri pun belum bisa yang begituan). Seorang mengatur tampilan gambar, seorang lagi mengatur kualitas suara, dan satu lagi memastikan tampilannya akan bagus, yang mana kala itu sedang berlaga di depan kamera sepasang presenter handal. Wah... benar-benar ketrampilan yang patut diacungi jempol. Bisa dijadiin bekal di masa depan itu dek :)

Di ruangan yang lain, beberapa siswi sedang sibuk mempersiapkan penampilan mereka. tanga-tangan mereka memegang kitab maulid diba`, "oh... pasti mereka mau tampil sholawatan," saya asal menebak, dan ternyata apa yang disampaikan bapak membenarkan tebakan saya. Tak jauh dari tempat saya berdiri, ada seorang bocah laki-laki berpeci, berkoko, dan bersurban yang akhirnya saya tahu dialah sang ustad kecil. Tausiyahnya terdengar keren. bahkan jika dibandingkan dengan saya, dia jauh lebih istimewa. hehehe...

Well, itu hanya sekedar cerita. Tentang sebuah perjalanan yang saya pun sangat tidak menyangka. Betapa bapak saya keren, betapa sekolah itu keren, dan betapa murid-muridnya juga keren. Meskipun bapak saya bukanlah ulama dengan keilmuan islam yang mendalam, namun beliau sangat bisa mengajarkan saya untuk menjadikan tempat bekerja sebagai ladang dakwah kita mendulang pahala. Maka, saya pun semakin yakin, siapa pun dia, bagaimana pun keadaannya, kapan pun waktunya, dan dimana pun dia berada, tetap sangatlah bisa melakukan sesuatu untuk agamanya, menyiarkan islam kepada sesama. 
Good Job Daddy. it is more than just learning. Love you so much. 

Ini ceritanya adik-adik lagi latihan sholawatan sebelum tampil. Itu ada Pak gurunya. Kata Bapak sih namanya Pak Kholis, santri Kalibening. 


Ini voice center dimana ada adik siswi yang lagi mimpin baca diba`. keren ya? selama sekolah dulu kayaknya nggak pernah nemuin yang kayak gini deh...


Ini adik-adik presenternya. mereka pede-pede bangetlah. jadi inget jaman masih muda dulu. :D


Kru TV OSPIMA, keren-keren ya? bahkan di usia semuda itu mereka udah dapet kesempatan menguasai ilmu pertelevisian


La... ini nih. Tampak kondusif sekali bukan? khusyuuk banget bacanya


Ini TV yang lagi nyiarin acara maulidan SMPN 1 Mojoagung, ada di masing-masing kelas


Marilah kita saksikan bersama penampilan sholawat dari grup sholawat SMPN 1 Mojoagung. prook...prook...prook... :)




Senin, 12 Januari 2015

Adakah yang lebih menyenangkan?

Ya... Adakah yang lebih menyenangkan dari mendengar sahabat-sahabat kita telah sukses disana? :)
Saya rasa tidak ada yang lebih menyenangkan dan lebih memotivasi dari pada itu. Tanpa disadari untaian syukur terucap indah untukmu. Selamat kawan...

Menelisik hari-hari dengan kembali membuka tabir kesendirian ini, maka saya pun menemukan kabar-kabar baru itu. Seperti yang pernah saya bilang, cukup lama menghilang berarti cukup lama kehilangan. Salah satunya adalah kehilangan kabar kalian.

Sempat setelah sekian lama deactive-kan akun-akun sosmed, juga nomor yang bisa dihubungi, saya merasakan kerinduan itu. Apa kabar kalian? mungkin kata itu sudah terus saya ulang dengan berbagai orang berbeda, meski sesungguhnya lebih banyak lagi luapan rasa yang ingin saya sampaikan, bahkan jika boleh peluk cium jauh untuk kalian. hehe lebay ya?

Menghitung-hitung bilangan hari saat terakhir kali saya menggunakan seragam putih abu-abu di sekolah yang kata orang bergengsi itu, ah... sudah bukan terbilang hari lagi, sudah tahun malah, nggak kerasa  hampir 4 tahun terhitung sejak masa itu. Dan betapa bahagianya, ketika kebiasaan stalking saya akhirnya berbuah senyuman-senyuman terkembang. Ya karena kabar kehidupan kalian itu ternyata sungguh membanggakan saya. Semoga kalian tetap paripurna di sana, di dunia dimana kalian hendak memintal benang-benang keridhoanNya.

Kudengar, kau disana menjadi pegawai direktorat perpajakan ya? Ah... aku sudah sempat menduga, kau terlalu layak untuk sebuah kesuksesan, Aku ingat, kau dulu adalah saingan yang cukup mengancam tentunya, bahkan seringkali mengalahkan. Hahaha (Padahal kalah, tapi sok sekali ya saya). Kau adalah pemuda pinggiran yang menakjubkan. Ketaatanmu, kecerdasanmu, kegigihanmu, kesederhanaanmu, kesungguhanmu berpegang pada komitmen. (meskipun dulu aku sebal sekali melihat kau yang terlalu kaku dan ternyata perpajakan indonesia sangat membutuhkan itu. Hahaha... maafkan aku teman.)

Aku pun masih ingat saat kita seringkali disuruh diam oleh Bu Yohana ketika beliau memberikan pertanyaan-pertanyaan ke seisi kelas. Kita terpaksa diam, menahan diri yang sebenarnya sudah teramat tak sabar melahap soal-soal matematika yang beliau lemparkan. Hahaha... lucu sekali untuk dikenang.

Dan semoga apa yang kau harapkan segera turwujud. Aku bisa membaca hatimu kawan. Kau pria yang sudah terlanjur memberikan segenap ketulusan pada seorang bidadari yang aku yakin dia lebih indah dari pelangi. Maka kudo`akan Allah segera memberikan maghrib untuk kalian, sehingga waktu puasa kalian usai dan tibalah berbuka dalam kehalalan yang diridhoinya. Amiin. Salam keberkahan selalu untukmu:)

Sabtu, 10 Januari 2015

Naskahmu ditolak, bahkan sebelum ia masuk penerbit...

Belajar iklhas. Kurang lebih itu hikmah yang bisa diambil. bahkan jika kau ingin bisa lebih dalam menyelaminya, kau akan menemukan lebih banyak mutiara-mutiaranya. Sebal? jelas... karena ini begitu mengecewakan. terlebih ketika Allahlah yang mengevakuasi akhir disaat semuanya sudah tinggal satu pulasan akhir.

Naskah ini mungkin tidak pantas. Jelas tidak pantas malahan. Karena Allah pasti tahu, meskipun jutaan pembaca bisa jadi tidak tahu. Karena menulis itu bukanlah sebuah topeng yang luar dan dalamnya berbeda. Bukan seperti itu. Menulis membutuhkan ruh si penulisnya, ketika senang maka teramat susah untuk menghadirkan kesedihannya dalam tulisan. Ketika sedih, malah semakin susah untuk pura-pura bahagia meskipun hanya dalam rangkaian aksaranya.

Lantas, tulisan kemarin itu kusadari memang terlalu menipu. Terlalu membualkan kata-kata cinta. cinta palsu!! Cinta kosong!! Sangat berbeda antara apa yang disampaikan si penulis dan apa yang dirasakannya.

Masih sehubungan dengan reduksi yang kemarin kukata. Ya, aku menjustifikasi diriku sendiri. Tulisan itu benar-benar tanpa ruh. Tulisan tentang cinta rasul itu tak sedang benar-benar kutuliskan dengan segenap cinta. Hingga akhirnya ketika dia benar-benar telah rampung, hanya tinggal save. Allah menghendaki tanganku tergerak untuk memencet "no". sebuah unconsiderity di waktu yang sangat tidak memungkinkan untuk mengulang. Yah... lantas kuikhlaskan sajalah semua. tak ada yang perlu disesali, yang ada hanyalah sebuah perbaikan diri.
Jangan terlalu menyepelekan pekerjaan, kalau ada waktu luang, segera kerjakan!! karena terburu2 adalah sifat syeitan
and the main point
Reduksi itu harus diatasi !! Jangan biarkan ia semakin tereduksi. Silahkan menyusun kembali tangga-tangga cinta kepadanya kekasih sejati Rasulillah Muhammad SAW.
Allah... Kau lah yang Maha memberi cinta. Maka anugrahkanlah cinta itu untukmu, seperti cintamu pada kekasihmu.
 

Jumat, 09 Januari 2015

Stuck inilah buktinya :(

Stuck dalam menulis, tampaknya itu sangat biasa terjadi pada seorang penulis baik amatir maupun yang tidak amatir, alias profesional. Tapi stuck kali ini saya rasa terlalu memprihatinkan karena penyebab ke-stuck-an saya adalah themanya. Thema yang biasanya pun bisa menghadirkan berlembar-lembar tulisan, bahkan berbait-bait puisi plus dengan linangan air mata. Dan hari ini pun, saya sangat mampu menyadari. Ada yang telah terreduksi...

Event yang digelar divapress berguru pada hadits itu sebenarnya sudah satu bulan yang lalu. Bahkan saya pun sudah merencanakan keikutsertaan saya sejak jauh-jauh hari. Tapi dasar saya yang malas, ditambah lagi karena tadi yang saya sebut terreduksi itu, membuat segenap masalah hari ini terjadi. Saya mati ide. Padahal haditsnya pun sudah saya tetapkan sejak seminggu yang lalu dan sangat sesuai dengan event terbaru kita umat islam yakni maulid nabi. Tapi kenapa? Kok bisa?

Bahkan ketika saya berniat sejenak menutup ms. word kemudian membuka blog, lantas menuliskan segala gundah gulana diri ini, lancar-lancar saja. Terlalu deras malahan. Seakan emosi saya benar-benar meletup-letup ketika menyusun aksara-aksaranya. Apakah sebegitu tereduksinya cinta saya? Bahkan ketika ini adalah sebuah karya yang saya janjikan untuk kado ulang tahunnya? Vita... vita... Inikah yang kau sebut cinta? pantaskah kau menamakan dirimu seorang pecinta? dan jika sudah seperti inilah kenyataannya, masih mungkinkah Rasulullah berkenan bersamamu di surga?

Maka kembalilah kepada "why" mu. Karena dari situlah kau akan kuat. Dari situlah kau akan mendapatkan sumber kekuatannya. Dari sebuah alasan sederhana. dan atas nama cinta, kumohon, semoga Allah berkenan mengilhamkan rasa yang lantas memberikan motivasi ke saya. Atas nama cinta. Kutuliskn tentang indahnya mencintai dirinya

Paksakan, lantas kau akan merasakan (Wildan Fuady)

Selasa, 06 Januari 2015

Sajak Pertemanan Manis :)



Secangkir gulali warna-warni
Menghimpun butir-butir tawa ungkapan rasa, kita
Maka hari ini...
Merah, biru, kuning, ungu itu bersatu
Bergelayut manja dalam selendang para peri
Cinta bersemi di dalam hati

Sebersit asa terselip di langit-langit angkasa
Menggerakkan tarian-tarian pena
Berdua temukan cipta
Menamainya sebuah pesona kata-kata

Aku dan dia...
Bukanlah sepasang muda-mudi yang bercinta
Bukan pula ksatria aksara yang terus membual dusta

Aku dan dia...
Tak lebih hanya remaja pencari makna
Di balik tatanan kehidupan tak berpola
Di antara hikmah-hikmah yang terserak masa

Senin, 05 Januari 2015

Ketika kumbang dan kembang tak lagi saling memulyakan

Kau tahu rasanya kecewa kah? Sakit rasanya. Apakah cinta itu selamanya memang menyakitkan? Ah.. mungkin benar kata seorang sahabat.Terlalu mengistimewakan dan terlalu merasa di istimewakan itu membahayakan. Efeknya menyebalkan.

Dan hari ini, semuanya terasa begitu sakit.
bukit-bukit pemulyaan tertinggi itu kini telah longsor akibat curah hujan yang terlampau tinggi. persis seperti di Banjarnegara tampaknya.
Padahal aku selalu menggemakan itu.
Padahal itu yang dulu terlalu memikat hatiku.
Padahal itu kilauan kebanggaanmu yang selalu kurindu.
Lantas apa yang terjadi kini?
Semuanya serba biasa.
Nilai itu luntur, luruh bersama limbah-limbah pergaulan.

Kumbang itu kini terlalu sadar bahwa kembang itu cantik.
Kembang pun berkedok keamanan dan kenyamanan persaudaraan membuka pintu kayu taman keindahannya
Apa yang kau harapkan?
Kenapa kau tega menghancurkan tempat mulia kebanggaanku dulu bahkan hingga saat ini?
Lantas kepada siapa aku menemukan jawaban itu?
Aku tahu kau pun tak merasa perlu untuk menatapku.
Apalagi menjawabku



Sabtu, 03 Januari 2015

Resolusi 2015 = Hadiah special buat Ulang Tahun Rasulullah Muhammad SAW :D

Well... Tulisan ini terinspirasi dari beberapa blogger ternama yang saya ikuti. (Mas Ilman dan Mbak Ollie). Meskipun sejujurnya, I would prefer to evaluate and plan my live in Islamic new year. Ya... Saya biasanya lebih senang mengevaluasi hidup saya pada tahun baru islam 1 Muharram. Nggak tahu juga sih alasan jelasnya kenapa. Mungkin, saya sebagai seorang muslim hanya lebih ingin memberikan perlakuan special saja untuk tahun baru agama saya sendiri, ketika kebanyakan umat islam sekarang lupa dengan maha karya islam di bidang perbintangan yakni kalender hijriyah ini.

Dan di tulisan saya kali ini, sekalian saya menggabung dua event istimewa, Ulang Tahun Rasulullah SAW tanggal 12 Rabiul Awwal 1436 H yang kebetulan bertepatan dengan tanggal 3 Januari 2015, dan tahun baru masehi 2015.

First of All, I wanna say
Happy B`day to you my habibiy Rasulillah Muhammad SAW 
Keelokan perangaimu selalu hidup di hati kami, kesholehan dan kecintaanmu kepada kami senantiasa menjadi motivasi terbaik kami. love you :* 

2014

Alhamdulillahirabbil alamiin...
Thanks to Allah Azza wa Jalla atas segala nikmat dan karunia yang tiada tara di tahun 2014. Kuliah, keluarga, pesantren, motivasi diri, realisasi mimpi-mimpi, Alhamdulillah Allah memberikan banyak hal yang tiada terkira di tahun ini. Termasuk yang paling utama adalah diterimanya naskah buku saya, meskipun sampai sekarang masih belum ada konfirmasinya lagi sih. hehehe...

2015

Alhamdulillahirabbil alamin juga, karena Allah masih memberikan saya kesempatan memperbaiki diri sampai hari ini. Alhamdulillah Allah masih memberi saya hidup sampai di tahun 2015 ini.
فمن كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح, فمن كان يومه سواء من أمسه فهو خاسر,  فمن كان يومه شرا  من أمسه فهو هالك
Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin maka dia adalah orang yang rusak.
Karena saya pun tidak ingin menjadi orang yang merugi apalagi rusak, saya menetapkan beberapa target agar hari-hari saya bisa lebih baik, yang sejujurnya ini bukanlah yang semata-mata saya buat khusus untuk tahun baru 2015, tapi sebenarnya, semua ini saya niatkan untuk menjadi kado spesial saya di hari ulang tahun Rasulullah SAW.
Apa aja ya kiranya? Well... Check this Out.

Bismillahirrahmanirrahim...

  • Tahun ini, insyallah saya akan berusaha buat nerbitin minimal 3 buku baik itu fiksi ataupun non fiksi
  • Tahun ini, insyaallah saya akan semakin banyak mengkonsumsi vitamin-vitamin cinta untuk Baginda Rasulullah Muhammad SAW baik dengan cara semakin banyak membaca kisah-kisah Rasulullah, memperbanyak baca sholawat, datang ke majelis-majelis Rasulullah, ngadain syukuran dalam rangka ulang tahun Rasulullah, dll.
  • Tahun ini insyallah, pengen berusaha ngumpulin duwit buat tabungan haji biar cepet bisa sowan Kanjeng Nabi. Targetnya tahun ini bisa dapet 18 juta per 12 Rabiul awwal tahun depan. Amiin..
  • Tahun ini insyaallah, saya akan semakin banyak bercircle dengan orang-orang hebat untuk bisa menyerap energi-energi positifnya
  • Tahun ini insyaallah, saya akan belajar IT, terlebih tentang web, blog, dan design grafis
  • Tahun ini insyallah, saya ingin bisa memenangkan lomba-lomba menulis seperti KTI, essay, atau apapun itu
  • Tahun ini insyaallah, saya akan mulai menapaki langkah-langkah menuju mimpi kedua saya yakni menjadi public speaker. heheh amiin.
  • Tahun ini insyallah, saya akan mulai menemukan secercah cahaya dari peta buta tentang siapa jodoh saya. Amiin Ya Allah. Semoga... Hahahaha Ngarep banget. 
  • Tahun ini insyaallah, saya ingin memulai merintis usaha kecil-kecilan saya.
Over all, Semoga Allah meridhoi harapan-harapan saya di tahun ini. Amiin.
It`s mine, how`s yours? :)