Karena aksara tak bisu dan buta. Ia bercerita, ia bersuara, dan ia mampu semaikan makna. Maka saatnyalah kita berjihad melalui pena. Meski masih mampu berucap abata.
Selasa, 17 Februari 2015
Ber-passion Bersama IAI BAFA
Sabtu, 14 Februari 2015
Integralistik Makna Segenggam Jabatan
Sabtu, 07 Februari 2015
"aku"ku
"terkikiskah sebuah muru`ah?"
"Hinakah kornea yang mulai mengakrabi sekitar?"
"dan bisa kembalikah?"
atau singkatnya, "salahkah?"
Jawab sajalah sendiri dengan hati.
Cukup dengan hati.
Jumat, 06 Februari 2015
An Usual Question about "Having"
we often know some cases between us about a demand having. Many people asks more to someone that they love. Not only in a special relationship of men and woman but also in a good friendship. As my experience with my closest friends before, one of us asked a question.
Tya : How if one day we must choose between us (friendship) and ourselves?for example one of us get her married and the other has a personal bussiness. Will you let your personal bussiness and come to the married?
Actually, it is a difficult question. No one can answer it easy. But at the last, we know that the real friendship not only come to the special even of her friends, but the most one is always connect in a great dimension. That is pray. Not only friendship that always be there in the sadness and happyness, but also always pray each other. And we hope our real friendship can be long last, even in the day after. We can meet allah and rasulullah together. Amiin :-)
Kamis, 05 Februari 2015
Susah di awal, kata mereka "Jangan Menyerah!"
Sekedar berbagi cerita, sejujurnya ini adalah responsi saya dari sebuah buku yang saya baca "Belajar Bisnis Ala Rasulullah Selagi Mahasiswa Selagi Mahasiswa. Why not?" karangan Kang Wildan Fuady. Sebuah usaha sederhana, dengan modal seadanya, dan dengan segala keterbatasan kondisi saya, karena berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa pada umumnya, saya adalah mahasiswa yang hakikatnya seorang santri.
Menyikapi aturan pesantren yang begitu memulyakan para santriwatinya sehingga tidak diperkenankan untuk beranjang sana anjang sini kemana-mana, ragam bisnis yang bisa digeluti pun tak akan sebanyak mereka-mereka yang di luar sana. Tapi lagi-lagi itu bukan kendala, karena pepatah lama pun telah terlalu masyhur berkata "if there is a will, there is a way." dan inilah jalan yang saya ambil. Sebuah rintisan kecil tentang usaha yang diajarkan Rasulullah. Apalagi kalau bukan bertijaroh, menjadi seorang pedagang yang unggul dalam mutu dan kepribadian. Ah... jangan ditanya saya ini berdagang apa. Karena ini bukan bisnis yang membahana. ini hanyalah sebuah usaha kecil-kecilan yang terlampau biasa saja, tapi saya syukuri dengan sepenuh jiwa.
Berjualan bubur dan gorengan, miris kah? mungkin bagi sebagian orang iya, tapi bagi saya tentunya tidak. Apapun selagi halal, demi membantu orang tua, saya akan lakukan itu dengan hati yang bergembira. :) Seperti saat ini. Pagi-pagi menanti bulek (panggilan untuk wanita jawa yang lebih muda dari ibu kita) bubur mengantarkan dagangan, kemudian membawanya ke kampus dengan menggunakan tas belanja ala ibu-ibu ke pasar (red. jawa: tas anting) yang nggak jarang juga membuat teman-teman kampus mengejek saya karenanya, memanggil-manggil dengan berbagai sebutan aneh. "Ah... peduli amat."
Ya... saya pun sangat menikmati sensasi menjajakan dagangan saya. Tak jarang ada yang ngutang, tak jarang juga saya kesulitan memberikan uang kembalian. Belum lagi cerita tentang hari pertama saya berjualan bubur. Waktu yang sebenarnya masih terlalu pagi, namun betapa shooock-nya saya ketika melihat hampir semua bubur yang saya bawa basi dan sedihnya lagi, sudah banyak yang terlanjur membeli dan memakannya. Kala itu saya benar-benar merasa bersalah, merasa seakan-akan saya sama sekali tidak bisa untuk melanjutkan usaha ini, benar-benar terpuruk pokoknya. Padahal ini masih hari pertama, namun saya seketika itu juga merasa berada di ambang keputus asaan.
Sorenya saya bercerita kepada bulek bubur tentang kejadian mengenaskan ini. Beliaupun benar-benar minta maaf. Karena proses pembuatan bubur kacang hijau itu memang harus sukses dari awal sampai akhir, kalau saja ada salah satu kesalahan teknis seperti kehabisan gas elpigi, maka dampaknya akan membuat bubur itu nggak bisa bertahan lama dan sedihnya itulah yang terjadi di awal bisnis saya.
Maka, di hari itu Allah mengajari saya tentang kepercayaan pelanggan dan tentunya belajar untuk tidak patah arang. karena susah di awal, kata mereka "Jangan Menyerah!" dan Alhamdulillah, setelah esoknya kami mengganti bubur-bubur yang mereka beli, perlahan hasil penjualan saya pun semakin merangkak naik. kepercayaan pelanggan, kemampuan membaca pasar, juga teknik untuk berinovasi dalam berdagang pun semakin membaik.
Sekarang, terhitung mungkin sudah sebulan saya berdagang, alhamdulillah hasil yang didapat bisa jadi pengganti uang jajan yang dikirim oleh orang tua. Meski belum bisa mandiri secara keseluruhan, setidaknya inilah usaha saya untuk sampai kesana. Kebayang kalau di awal ketika saya mendapat cobaan bubur basi itu, saya sudah tumbang, pasti nggak akan ada cerita yang seperti ini, cerita to be the perfect muslimah, to give the perfect contribution independently. :) kontribusi untuk siapa? setidaknya untuk diri sendiri, untuk orang tua, dan untuk teman-teman (biar nggak perlu jauh2 jalan ke tempat jajanan.), dan yang penting diniatin aja usaha dagang ini buat menjalankan sunnah Rasulullah Saw, karena kata guru saya dulu pekerjaan yang paling disukai Rasulullah adalah berdagang.
wa lidzaalika min fadhli rabbiy...
Rabu, 28 Januari 2015
Inspiring School, Inspiring Dad... #proud of SMP Negeri 1 Mojoagung
Good Job Daddy. it is more than just learning. Love you so much.
Senin, 12 Januari 2015
Adakah yang lebih menyenangkan?
Saya rasa tidak ada yang lebih menyenangkan dan lebih memotivasi dari pada itu. Tanpa disadari untaian syukur terucap indah untukmu. Selamat kawan...
Menelisik hari-hari dengan kembali membuka tabir kesendirian ini, maka saya pun menemukan kabar-kabar baru itu. Seperti yang pernah saya bilang, cukup lama menghilang berarti cukup lama kehilangan. Salah satunya adalah kehilangan kabar kalian.
Sempat setelah sekian lama deactive-kan akun-akun sosmed, juga nomor yang bisa dihubungi, saya merasakan kerinduan itu. Apa kabar kalian? mungkin kata itu sudah terus saya ulang dengan berbagai orang berbeda, meski sesungguhnya lebih banyak lagi luapan rasa yang ingin saya sampaikan, bahkan jika boleh peluk cium jauh untuk kalian. hehe lebay ya?
Menghitung-hitung bilangan hari saat terakhir kali saya menggunakan seragam putih abu-abu di sekolah yang kata orang bergengsi itu, ah... sudah bukan terbilang hari lagi, sudah tahun malah, nggak kerasa hampir 4 tahun terhitung sejak masa itu. Dan betapa bahagianya, ketika kebiasaan stalking saya akhirnya berbuah senyuman-senyuman terkembang. Ya karena kabar kehidupan kalian itu ternyata sungguh membanggakan saya. Semoga kalian tetap paripurna di sana, di dunia dimana kalian hendak memintal benang-benang keridhoanNya.
Kudengar, kau disana menjadi pegawai direktorat perpajakan ya? Ah... aku sudah sempat menduga, kau terlalu layak untuk sebuah kesuksesan, Aku ingat, kau dulu adalah saingan yang cukup mengancam tentunya, bahkan seringkali mengalahkan. Hahaha (Padahal kalah, tapi sok sekali ya saya). Kau adalah pemuda pinggiran yang menakjubkan. Ketaatanmu, kecerdasanmu, kegigihanmu, kesederhanaanmu, kesungguhanmu berpegang pada komitmen. (meskipun dulu aku sebal sekali melihat kau yang terlalu kaku dan ternyata perpajakan indonesia sangat membutuhkan itu. Hahaha... maafkan aku teman.)
Aku pun masih ingat saat kita seringkali disuruh diam oleh Bu Yohana ketika beliau memberikan pertanyaan-pertanyaan ke seisi kelas. Kita terpaksa diam, menahan diri yang sebenarnya sudah teramat tak sabar melahap soal-soal matematika yang beliau lemparkan. Hahaha... lucu sekali untuk dikenang.
Dan semoga apa yang kau harapkan segera turwujud. Aku bisa membaca hatimu kawan. Kau pria yang sudah terlanjur memberikan segenap ketulusan pada seorang bidadari yang aku yakin dia lebih indah dari pelangi. Maka kudo`akan Allah segera memberikan maghrib untuk kalian, sehingga waktu puasa kalian usai dan tibalah berbuka dalam kehalalan yang diridhoinya. Amiin. Salam keberkahan selalu untukmu:)






