Minggu, 26 Januari 2014

Surat Cinta untuk Sang Belahan Jiwa

Edisi 1 (31 Desember 2013)


Assalamu`alaikum. :)

Semoga segenap cinta dan kasih sayang Allah senantiasa terlipah padamu, wahai seseorang yang terpilih untukku. Kiranya, Bagaimanakah kabarmu disana? Di tempat yang hingga kini tak kunjung kuketahui dimana letaknya. Disana, Apakah kau sedang dalam proses perbaikan diri sepertiku? Apa kau juga sedang mempersiapkan dirimu untuk bertemu denganku? Atau kau sedang berikhtiyar untuk menemukan cinta sejati seperti diriku? Ya,,, aku tahu betapa Allah itu teramat istimewa. Selalu rangkaikan kisah cinta yang penuh dengan tanda tanya. Meski cinta itu terkesan sederhana, tapi Allah selalu saja bisa membuat kita terus belajar memaknai cinta yang sesungguhnya.

Hai,,, Bagaimana aku harus memanggilmu? Bahkan sampai saat ini saja aku tak tahu namamu. Yang aku tahu hanya kau adalah orang yang baik, orang yang sholeh, santun, dan sayang kepadaku. Karena itu yang telah Allah kabarkan sebagai jawaban atas do’aku. Aku selalu percaya itu. Karena akupun selalu berusaha menjadi seperti itu. Baik, sholehah, santun, dan sayang kepadamu. Meski aku masih pernah mengucapkan nada tinggi ke orang tuaku, tapi jujur setelah itu terjadi aku menyesal setengah mati. Dan akhirnya aku berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. :)

Aku juga berusaha untuk bisa selalu menyayangimu. Mencintai janji Allah akan hadirnya dirimu pada waktu yang telah ditentukan itu. Iya, saat ini aku sedang mempersiapkan hatiku untukmu. aku selalu memohon kepada Allah, agar Allah menjaga kesucian hatiku. Aku tak ingin cinta-cinta masa laluku masih membekas ketika kelak aku bertemu denganmu. Dan ternyata Allah memberiku kisah ini. Kisah yang buatku tak mau lagi bermain cinta tanpa adanya kata qobiltu. Aku ingin benar-benar mengutuhkan cintaku ini hanya untukmu. Untuk seseorang yang akan menuntunku pada cinta haqiqi yang satu.

Wahai sepenggal nama yang tlah tertulis bersama namaku di lauhul mahfudz, Inilah aku. Seseorang yang telah lama menantimu. Aku hanya wanita biasa. Yang tak pernah luput dari cela dan dosa. Mungkin kelak kau akan temukanku dengan segala kurangku, namun aku yakin. Hanyalah kau orang yang akan tetap bisa menerimaku, melengkapi kurangku, dan selalu membimbingku. Karena itu Allah kirimkan kau untukku. Maka akupun akan berusaha menjadi seperti itu. Tulus menerimamu, melengkapi kurangmu, dan menjadi makmum yang baik untukmu.

Wahai Sang ksatria hati, ini pertama kalinya kukirimkan surat untukmu. Entah kapan untaian aksaraku ini bisa tersampai kepadamu. Yang jelas aku akan tetap menulis. Karena dengan tulisan ini kuharap hati  kita bisa menjadi dekat, hingga kau semakin mendekat dan waktu itupun tiba. Waktu yang mempertemukan kita dalam mahligai cinta nan suci. Hingga masa itu, kuingin kau tetap bersabar memeluk waktu. Sembari terus mengupgrade dirimu. Salam kenal dari diriku. Meski tak pernah jua ku tahu kapan kita akan bertemu. 

Sudah dulu ya, aku banyak kerjaan. Tugas dari Pak Ma`shum juga ustadzah Luluk belum ada yang selesai. Padahal liburanku tinggal 2 hari lagi. Insyaallah, aku tak akan pernah jemu untuk menorehkan kisah-kisahku dalam Surat cinta ini. Indahlah kau disana. Semoga Allah senantiasa melindungimu dan memudahkan langkahmu. Aamiin…

Wassalamualaikum :)
Salam kasih untuk yang terkasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar