bukan tak diinginkan
selalu dan terus diminta
mengiringi langkah
serta mendekap derap
kujemput petunjukku
dibalik istikhorohku
Selamat tinggal...
Karena aksara tak bisu dan buta. Ia bercerita, ia bersuara, dan ia mampu semaikan makna. Maka saatnyalah kita berjihad melalui pena. Meski masih mampu berucap abata.
Jumat, 16 Mei 2014
Rabu, 14 Mei 2014
Ikatan Batin
Sesaat tampak aneh.
Hanya aneh saja.
Ada yang tak enak.
Ya tak enak saja.
Tak berani mengawali
menerkapun takut
abstrak, tapi ada
tak tentu nyata, tapi tentu terbayang
Oh ini...
ini ternyata.
Nyatanya hari ini
hari ini kau nyata.
Hanya aneh saja.
Ada yang tak enak.
Ya tak enak saja.
Tak berani mengawali
menerkapun takut
abstrak, tapi ada
tak tentu nyata, tapi tentu terbayang
Oh ini...
ini ternyata.
Nyatanya hari ini
hari ini kau nyata.
Nothing but something, that`s feeling
Sabtu, 03 Mei 2014
Jadi Harus Bertingkah Seperti Apa Kita?
Sepasang kontradiksi yang nyata, diajarkan pada satu otak yang sama. Mungkin mereka yang bisa menelan mentah tanpa tersedak adalah mereka yang enggan berpikir, hanyalah mereka yang tak memiliki sambungan syaraf antara mata dan kepala. Bagaimana tidak bingung, masih berpayung tarbiyah padahal. Sekarang apa beda antara mahasiswa dan santri? Bukankah kedua status itu sama-sama penuntut ilmu? Tapi kenapa satu realita harus dipandang dengan dua kacamata berbeda. Satu sisi kita disuruh untuk sedikit memejam mata atas nama khusnudzon dan ketawadlu`an. Sedangkan satu sisi yang lain menuntut kita memelotot tajam, mengusung kata kritis dan skeptis. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas kalimat "kyai bukan nabi"?, juga siapa yang bisa menjelaskan "hati orang siapa yang paham"?. Ya,,, otakku bercabang banyak, namun hatiku sukses terkoyak. 2 status ini menimbulkan kebingungan yang nyata. terpendam tanpa berani bertanya.
Minggu, 23 Maret 2014
Ich Mag der Paris
Tentang impian yang terkapar di ambang cakrawala senja. Antara siang dan malam, antara terang dan gelap, antara panas dan dingin, juga antara semangat dan penat. Selujur penaku tak mampu berkelana bebas. Seiring mimpi yang terbatas sempurna. Lagi-lagi perseteruan tentang kehidupan dunia dan setelahnya, serta mimpi-mimpi dunia dan sesudahnya.
Aku serasa sekeping mahkota dandelion. Berlarian terbang sekehendak angin. ke barat, timur, utara, selatan pun jadi. Hanya bergantung masa yang menghembuskan anginnya. Jika harus memilik, aku ingin serupa dandelion yang merekat erat pada pangkalnya. Tetap berpegang dan tetap tenang Meski topan menerjang, aku tak mungkin sendiri goyang. Kini, aku bahkan tak punyai sebongkah pijakan. Aku bingung untuk berarah. Kanan dan kiri di mataku kian manyamar. Bingung. Atas dan bawah juga semakin tak peka untukku. Aku butuh pegangan, pedoman, juga pemilik jawaban semua pertanyaan. Aku bingung tentang sejatinya eksistensi. Juga bingung masalah tujuan hati yang hakiki. Siapapun, ayolah jawab.
Masih pentingkah mimpi dunia?Menjadi penulis, S2 Sejarah Peradaban Islam, Menyibak panorama sejarah Islam dunia, berkunjung ke menara cinta. Arrggg...
Sabtu, 22 Maret 2014
Repetisi yang Tak dari Hati
Bayangan dalam tidur itu mengingatkanku
Tentang potretku di masa lalu
Ketika panggung itu kamar tidur
Ketika depan itu terutama dari semua
Pria berkemeja telur asin
Hanya duduk termangu menatap sejenak lalu
Tak kumaknai banyak
Mungkin hanya pandangan yang numpang lewat
Tidak,,,
Ternyata tak kutangkap langsung
Ia seperti menghadangku
atas kubangan baru yang lama
Repetisi
ini tentang repetisi
dan kau tak ingin aku mengulanginya lagi
Tentang potretku di masa lalu
Ketika panggung itu kamar tidur
Ketika depan itu terutama dari semua
Pria berkemeja telur asin
Hanya duduk termangu menatap sejenak lalu
Tak kumaknai banyak
Mungkin hanya pandangan yang numpang lewat
Tidak,,,
Ternyata tak kutangkap langsung
Ia seperti menghadangku
atas kubangan baru yang lama
Repetisi
ini tentang repetisi
dan kau tak ingin aku mengulanginya lagi
Rabu, 19 Maret 2014
Antara Curahan Hati dan Dakwah??
Cukup tersinggung sama salah satu postingan di facebook seberang.
" Raja status, kalo posting ganti sama postingan dakwahlah, jangan curhat"
Iya ya... bener juga. kalo kita mau cek, coba hitung berapa kali kita posting di sosmed tentang curahan hati, entah itu mellow galuw, sendu sedan, atau murka durja. Entah itu masalah cinta, temen, ortu, guru, atau bahkan ngomel2 cuma gara2 antri di pom bensin. Iya kan?? Ah,,, ngaku aja. hehe
trus, emang kamu gimana Vit? iya juga sih. Ane juga ngakuin. Sering banget update yang galau-galau gitu. Bahkan yang berbau dakwah juga sebenernya ada unsur pelampiasan apa yang lagi dirasain. Di blog ini aja misalnya. Judul blognya aja udah "live n love". Isinya juga ya curhatan-curhatan tentang hari-hariku itu. Cuman sebisa mungkin, di tiap tulisan yang aku tulis ini, aku masukin minimal kalam-kalam hikmah atau minimal kata-kata motivasi.
Kadang aku juga mikir lho. masih tertulis jelas di buku agendaku, masih juga tersebut di do`a tiap hariku, aku pengen jadi penulis. Penulis yang berdakwah melalui pena. Biarin aku nggak pengen jadi wanita karir yang sibuk ini sibuk itu. Aku cuma pengen jadi ibu rumah tangga sholehah yang mengabdikan diri kepada keluargaku demi meraih ridho Allah, sambil tetap menjadi orang yang manfaat buat yang umat. Ya dengan tulisan-tulisanku itu. Tapi lagi-lagi aku ragu kalo entar niatnya salah. Daripada niat dakwahnya, ternyata niat buat curhat, buat cerita-ceritanya bakal lebih besar.
Atuh lah Vita,,, udah ahh. kayaknya untuk saat ini, kamu cukup menuliskan apa yang bisa kamu tulis aja. Berawal dari sini. Bisa jadi ntar kamu bisa kayak Mbak Asma Nadia. hehehe... amin. nggak papa lah ya. Ngayal2 kayak gitu kan minongko dungo juga. :D.
ya minimal kalo kamu pengen belajar dakwah ya dengan itu tadi juga bisa. Minimal ajak orang-orang memaknai hikmah-hikmah yang ada di tulisanmu. Aku yakin dikit-dikit juga adalah ya... Bukan ceritanya aja yang nyangkut, tapi hikmah di balik cerita itu juga. Aamiin...
yang jelas,,, Lakukan apa yang kamu bisa lakukan hari ini. Masih inget motto pondok tercinta Miftahul khoir kan?
" Raja status, kalo posting ganti sama postingan dakwahlah, jangan curhat"
Iya ya... bener juga. kalo kita mau cek, coba hitung berapa kali kita posting di sosmed tentang curahan hati, entah itu mellow galuw, sendu sedan, atau murka durja. Entah itu masalah cinta, temen, ortu, guru, atau bahkan ngomel2 cuma gara2 antri di pom bensin. Iya kan?? Ah,,, ngaku aja. hehe
trus, emang kamu gimana Vit? iya juga sih. Ane juga ngakuin. Sering banget update yang galau-galau gitu. Bahkan yang berbau dakwah juga sebenernya ada unsur pelampiasan apa yang lagi dirasain. Di blog ini aja misalnya. Judul blognya aja udah "live n love". Isinya juga ya curhatan-curhatan tentang hari-hariku itu. Cuman sebisa mungkin, di tiap tulisan yang aku tulis ini, aku masukin minimal kalam-kalam hikmah atau minimal kata-kata motivasi.
Kadang aku juga mikir lho. masih tertulis jelas di buku agendaku, masih juga tersebut di do`a tiap hariku, aku pengen jadi penulis. Penulis yang berdakwah melalui pena. Biarin aku nggak pengen jadi wanita karir yang sibuk ini sibuk itu. Aku cuma pengen jadi ibu rumah tangga sholehah yang mengabdikan diri kepada keluargaku demi meraih ridho Allah, sambil tetap menjadi orang yang manfaat buat yang umat. Ya dengan tulisan-tulisanku itu. Tapi lagi-lagi aku ragu kalo entar niatnya salah. Daripada niat dakwahnya, ternyata niat buat curhat, buat cerita-ceritanya bakal lebih besar.
Atuh lah Vita,,, udah ahh. kayaknya untuk saat ini, kamu cukup menuliskan apa yang bisa kamu tulis aja. Berawal dari sini. Bisa jadi ntar kamu bisa kayak Mbak Asma Nadia. hehehe... amin. nggak papa lah ya. Ngayal2 kayak gitu kan minongko dungo juga. :D.
ya minimal kalo kamu pengen belajar dakwah ya dengan itu tadi juga bisa. Minimal ajak orang-orang memaknai hikmah-hikmah yang ada di tulisanmu. Aku yakin dikit-dikit juga adalah ya... Bukan ceritanya aja yang nyangkut, tapi hikmah di balik cerita itu juga. Aamiin...
yang jelas,,, Lakukan apa yang kamu bisa lakukan hari ini. Masih inget motto pondok tercinta Miftahul khoir kan?
"Sholih untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain"
Senin, 17 Maret 2014
Sahabat Sekandang :)
Sahabat sekandang?? Lucu juga ya pake judul itu. Konotasinya negatif, terkesan jorok, kotor, penuh kuman, dan tentunya tanpa diperintah lama juga, tiba-tiba tersalur stimulus tentang bayangan para hewan-hewan berkandang ke dalam otak kita. Tau lah,,, what you say n what you think, yang jelas aku punya cerita sendiri tentang kata itu. :) ( remember sloppiness between us.. ups... keceplousan. hehehe)
Sudah sejak lama aku mencetuskan teorema itu di hidupku.
Sebenarnya apa yang kita suka dan apa yang tidak kita suka itulah yang akan mampu mendekatkan kita, juga mampu menjauhkan kita.Iya, masih dengan mereka-mereka yang terbilang lebih muda dariku, aku belajar akan makna-makna kehidupan, berbagi akan kisah-kisah pernuh kebersamaan, juga bercuap tentang kalam-kalam kemulyaan.
Kali ini kisah kita berawal dari sastra. Satu hal yang kita cintai bersama. Satu hal yang kita bincangkan bersama. Dari celoteh ringan tentang novel, cerpen, puisi, syair-syair juga kata-kata motivasi, kedekatan kita terajut sempurna. Bukan suatu kedekatan yang diakui sih sebenarnya, karena memang kisah ini tak berlayar seperti sinetron-sinetron sahabat kepompong. hehe...
Berlanjut pada luapan rasa yang sempat tersimpan dalam, termakan masa. ternyata dari situ kita temukan kecocokan itu. Kecocokan di balik "ketidakcocokan". Sama seperti sahabat kecilku, dia juga seorang sahabat dengan sejuta kemampuan hebat, jemarinya terlalu elok merajut aksara dan matanya tajam menafsirkan kata-kata. pribadinya tangguh bahkan terkesan membaja, namun aku tahu hati kecilnya lembut laksana guruh2 kecil di tepi samudra. Aku tahu hatinya rindu akan kemulyaan, Sama sepertiku. Meski gerbangnya masih ditangguhkan kebenarannya, tapi jalan di balik gerbang cinta itu sama-sama mengantarkan kita berdua menuju kehadiratNya.
Ketika bercakap dengannya, pribadi yang terbuka itu buatku tak ragu untuk kembali menyibak kenanganku masa lalu. Bahkan terkadang aku menemukan Vita kecil dalam dirinya. Dia seperti seorang adik yang sang kakaknya tak inginkan adiknya terima belokan yang sama, sama salahnya.
Tentang cinta, pernah kupesankan padanya,
Disadari atau tidak disadari, Cinta adalah esensi sebuah motivasi diriApapun jenis cinta itu, maka dia akan mampu hadirkan berjuta watt tenaga baru dalam hidupmu. kau akan sangat termotivasi karenanya. termotivasi menulis, termotivasi belajar, termotivasi melakukan perubahan, termotivasi untuk tampil cantik, serta termotivai untuk jadi yang terbaik. Karena begitu besarnya daya cinta, maka berhati-hatilah kau meletakkan cinta.
Terlalu banyak cinta yang terserak di fatamorgana dunia. Seharusnya aku mampu tekankan itu padamu. Tentang "Fatamorgana Cinta". ketuhilah sayang, indahnya cinta itu sebenarnya menyimpan sejuta derita. Iya,,, deritanya masih tersimpan. Meski terkadang derita itu sesekali tersembul ke permukaan. Derita saat sakitnya merindu, derita tentang perihnya tak menjadi yang satu-satunya, juga derita ketika semuanya tak sesuai yang di asa.
Dengarkanlah kisahku dengan telinga hatimu adikku, maka kau akan tau bahwa singkat kataku adalah,
Mencintalah pada Ia yang patut dicinta. Karena itu tak kan pernah menghadirkan luka. Atau minimal titipin cintamu ke Allah,,, maka Dia akan memilihkan seseorang yang takkan menghadirkan lukaPercayalah... Meski sakit memang... Namun, sebisaku, akan kubantu dirimu dengan do`a tulusku. Selamat menyusuri perjalanan cintaNya... :)
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

