Rabu, 06 Maret 2013

Tatkala Ajal Menghampiri Seorang Sahabat

Tersentak ketika menerima kabar itu. Kabar yang awalnya hanya dikira kabar burung belaka. Yang ketika diraba dengan logika tidak ada cerita itu hanya kabar burung. tapi ini nyata. Kemarin, tepat setelah aku merintih mengadu, aku masuk lagi ke kamarku, kulihat HP telah beralamat 1 sms masuk.
Say, udah dapet kabat?
Vivik Smaga meninggal
Tya
Zink,,, itu benar-benar kabar yang mengagetkan. Sahabat yang merangkap tetangga kamarku selama 1 tahun ketika masih di pesantren Sunan Ampel Jombang. Kenangan masa abu-abu itu masih terasa dekat dengan hari ini. Masih jelas terngiang keceriannya, cantik dirinya, renyah senyumnya, ringan tangannya, semangat perubahannya, tenang kata-katanya, hangat tindaknya, takdhimnya kepada guru, tawadhu`nya. Oh Allah... Benar-benar tanpa dinyana kapan ajal itu datang. Tak pernah disangka hari-hari mulia di Ramadhan tahun lalu itulah pertemuan terakhirku dengannya. Saat itu kita bertiga yang memang sudah alumni, dipertemukan lagi oleh Allah di majelis ilmu itu. sama-sama untuk mengisi liburan mengikuti pengajian kilatan Ramadhan. Masih sangat ingat kitab yang dikaji adalah Kitab Hadist Abu Daud dan diakhiri dengan kitab Minhajul Abidin karya Imam Ghazali. Dia yang begitu ceria tetap dengan semangatnya mengikuti pengajian itu. Sama, masih benar-benar sama seperti Vivi yang biasanya. Berangkat paling awal, membangunkan aku dan mbak Dea yang seingkali masih bermalas-malasan. Ketika itu,,, kita masih termangu menunggu Abah ( sapaan yang kerap digunakan oleh santri-santri dan jamaah beliau ). Seperti biasanya, kita duduk bersila di lantai sembari menatapi pajangan-pajangan yang terpampang di ruang tamu. "Subhanallah, kapan ya bisa ke Mekah," ucap salah satu dari kami. Perbincanganpun sampai pada topik haji dan umrah. Kita saat itu juga sempat sepakat untuk ikut pengajian kilatan rutin tiap Bulan Ramadhan ini tahun depan. Ingat sekali. Bahkan pernah saking terpana dan ingin sekali untuk diundang oleh Allah berkunjung ke Baitullah salah seorang dari kami menyeletuk " Tahun depan Ramadhannya kalo kita nggak ikutan ngaji lagi, kita Umrah bareng aja ya? " Sontak yang lainnya mengamini ucapan berkandung doa itu. Lantas kita berdoa bersama agar Allah mengabulkan keinginan kami untuk Umrah ini. " Eh,, kalo umrah kan jauh mending kita nikah dulu saja, hehehe" ucap salah satu diantara kami dan disahuti dengan tawa-tawa geli oleh yang lainnya. Iya,,, suasana yang begitu hangat diantara kami itu kenangan terdekat yang kami rajut bersama sahabat Nur Fitria Lathifah. Ternyata itu adalah kenangan terakhir. Tubuhnya kini sudah tak mampu bergerak lincah seperti kala itu, Senyumnya bahkan tak lagi dapat tersungging di bibirnya seperti saat itu. Ternyata, penyakit kista yang pernah kamu ceritakan dulu itu ya Vi yang menjadi lantaran Allah ingin segera bertemu denganmu? Terimakasih ya,,, pertemanan singkat yang pernah ada diantara kita mengajarkanku banyak hal tentang kata Tangguh. Berbagai masalah itu tak perlu ditampakkan dengan wajah muram kan Vi? Kau mengajarkanku untuk selalu melakukan yang terbaik sebelum waktu kita benar-benar habis untuk beramal. Hebat Kamu Vi,,, Persahabatan kalian yang selalu membuat iri, kesupelanmu, kemandirianmu, semangat hidupmu, senyumu yang selalu membalut semua masalahmu, keinginanmu untuk selalu dekat dengan Allah, kecintaanmu dengan ilmu dan ulama. Dan ternyata kau meninggal disaat kau sudah memiliki semua koleksi kitab hadist dari ke 6 ulama Hadist. Vi,,, Maafkan aku tidak bisa ikut menelayat dirimu. Mungkin jika Allah menghendaki aku akan bersilaturahmi kepadamu Vi. Dan insyaallah doakulah yang akan sampai lebih dulu kepadamu sebelum ragaku mengunjungimu.

Ya Allah...
Satu teman teman telah menyandang gelar almarhumah lebih dulu
Entah kapan aku
Sungguh tiada satupun yang tahu
Terimakasih Ya Allah,,,
kau ingatkanku akan kematian itu
Selagi aku masih bisa menyesali segala kesalahanku
Ya Allah,,,
Hambamu Nur Fitria Lathifah adalah sosok teman yang hebat
Ampuni ia Ya Allah
Terimalah segala kebaikannya Ya Allah
Hamparkanlah alam kuburnya dengan lapang dan indah
Hadirkanlah sosok makhluk yang bersih, indah, berbau harum untuk menemaninya
Hingga pintu surga dibuka untuknya dapat menemuiMu Ya Allah...
Allahummaghfirlaha warhamha wa`afiha wa`fuanha
Dan untukku Ya Rabb,,
Entah hidupku akan berakhir dengan cara apa
Entah aku akan dikenang oleh teman-temanku seperti apa
Entah bagaimana keadaan keimananku ketika saat itu tiba
Engkau dan hanya Engkau yang tau Ya Allah
Hamba mohon matikan aku dalam keadaan iman, islam.
Dalam keadaan ada cinta pada Kekasihmu Baginda Rasulullah SAW
Dalam keadaan mampu mengucap kalimat agung dan mulia Laa iLaaha illallah, muhammadur Rasuulullah.
Aamiin Ya Allah...


Selamat jalan sahabatku
Ternyata kamu yang menang, kamu lebih dulu dariku
Semoga disana kamu bahagia Sayang...
Salam cinta dari semua sahabatmu yang mencintaimu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar