Senin, 04 Maret 2013

Episode Demi Episode Langkah Seorang Ksatria

Darimana kita mengawali perbincangan? Yah... Mungkin bisa dimulai dari gerak beberapa remaja muda-mudi pada pagi hari ini. Ini adalah hari Selasa, dimana ada yang benar-benar kita tunggu bersama. favorit mungkin bukan tepi lebih karena terdorong ini adalah seruan Tuhan untuk bisa memahaminya. Yups,, hari ini pelajaran Taklimnya fiqih. Mata taklim yang jika mampu diungkap oleh seorang kawan apa testimoninya, menurutnya, pelajaran fiqh itu hebat, ketika sistem pengingat dia itu adalah enzim maka pelajaran fiqh itu substratnya. Pas... Langsung nempel katanya, hehe

Ada yang menarik dari penjelasan Ustad. "Santri itu dari kata Ksatria. Ya, Santri itu ksatria, Ksatria Allah dan Pesantren adalah tempat untuk mencetak para Ksatria". Siip, kata-kata yang sekejap menghipnotisku dan menghadirkan makna bangga, suka, malu, dan ragu. Bangga karena ternyata aku adalah seorang ksatria itu, satu dari orang-orang terpilih Allah. Suka karena memang aku suka. entahlah, serasa adrenalin ini memuncak sehingga terhadirkanlah rasa semangat, riang, rindu, cinta, ketika harus berhubungan dengan kesantrian. taklim, ustad, pesantren, para kiai, sholawat, dzikir, amalan2 sunnah, bahkan para habaib. Berasa timbul perasaan ngefens sama yang seperti2 itu. Malu, ya malu. Masih merasa banyak yang harus dibenahi dari aku agar patut disebut seorang santri. Keilmuan masih cetek, Ibadah juga masih belang betot, Lisan masih angger bicaranya. Akhlak juga belum bisa dibilang karimah. Wahh,,, banyaklah. Ragu,,, Iya. aku ragu kawan. Teuinglah... Apa aku bisa nyantri lagi ataukah tidak. Tiap kali kutolehkan sejenak kepala ini ke kondisi keluargaku yang seperti itu, rasanya pemandangan di depan yang awalnya cerah dan indah bak pelangi berujung istana negeri dongeng, tiba2 tersapu oleh kuas bercat hitam. Kuas itupun menyapu pemandangan itu dan hanya menyisakan sebaris panjang dari warna pelangi. Hijau... Hanya tinggal itu yang mungkin real untuk kutapaki sehingga aku bisa mengguyurkan beberapa ember air untuk membersihkan cat hitam disekelilingnya. Iya,,, Respon keluarga terhadap aku yang kabibita untuk menjadi ksatria sejati dan menapaki langkah demi langkah pelangi sebelum bisa menempati Istana negeri dongeng itu, tampaknya hanya berupa titik-titik yang hanya sedikit. bukan berupa garis tebal yang menjadi tepi lukisan pelangi sehingga tampak tegas dan menawan. Respon mereka sangat miris. entah apa yang diinginkan mereka. Bisa jadi aku lebih disuruh untuk terus menjaga toko di depan rumahku daripada pesantren. Atau bisa jadi ada satu pilihan. ikut SNMPTN lagi dan harus menjaga toko dengan dijejali buku-buku SNMPTN. Ya Allah,,, Aku hanya takut hal semacam ini bisa terus merambat dan menggerogoti iman keluargaku. Sehingga sholat ya hanya sekedar rutinitas dan puasa juga hanya sekedar wasiat seseorang tanpa menghadirkan rasa kecintaan pada Allah, Rasulullah dan syariat yang dibawanya. Karena apa,,, karena tidak ada kerinduan pada mejelis ilmu Allah. Stop!! sudahi sajalah kalau lagi-lagi memperdebatkan ilmu akhirat dan ilmu dunia. Oke well,,, dua-duanya itu ilmu Allah. Lalu, apakah aku salah jika aku memilih untuk menjadi Ksatria Allah? Kan katanya pesantren maupun kampus itu sama-sama majelis ilmu Allah? Lalu kenapa aku harus kuliah dan tidak boleh memilih nyantri? Bunda,,, anakmu sedang rindu dekat ulama dan sudah tidak lagi rindu dekat profesor. ayah,,, Putrimu sedang ingin menjadi Ksatria karena dia suka, karena hatinya mampu menstimulus hormon-hormon penyemangat ketika ia belajar agama. Artinya ini minatku Pak, Buk... Dekat dengan ulama pewaris para nabi. Sebelum ternyata esok aku mati, aku ingin setidaknya adalah usaha untuk menghidup-hidupkan ilmu para nabi. Sedangkan ketika aku masih terlalu memikirkan jika kamu mesantren aja kamu mau jadi apa? mau hidup pake apa? mau dapat duwit dari mana? Ajal masih terlalu dekat Bunda.. daripada harus sangat bingung dengan besok hidupku gimana, mau makan apa kalau cuma lulusan pesantren. Ya Allah,, Jadi ingat ketika kemarin ada seorang teman yang menceritakan masalahku ini, ya masalah yang tentang kampus dan pesantren ini. Dia bercerita ke ayahnya dan ibunya yang kebetulan sudah bercerai. Ternyata respon keduanya pun berbeda. Sang ayah menanggapinya dengan bahasa Sunda yang intinya jika dikonversikan ke Bahasa Indonesia " Subhanallah, pasti bahagia banget itu orang tuanya, nanti anak yang seperti itu bakal nolong orang tuanya ketika di akhirat. karena dia lebih mengutamakan agamanya." Dan Sang Ibu yang bekerja sepagai pegawai kecamatan itu menanggapi cerita putrinya pula dengan Bahasa Sunda juga yang intinya " Ngapain pake kayak gitu? Sayang banget itu kuliahnya. Awas kalo kamu ngikut kayak gitu.". Aku  hanya senyum. Ya memang pendapat orang beda-beda. Pendapat yang ternyata secara tidak disadari mencerminkan bagaimana kepribadiannya. Yang Jelas sekeras apapun batu, ia akan lapuk juga meski hanya dengan tetes-tetes air. Namun memang ketika jarak air dan batu itu dekat akan menghasilkan energi potensial yang lebih besar sehingga lebih cepat menghancurkan batu tersebut. Dan hati sekeras apapun juga pasti akan lapuk. Doa yang selalu terpanjat inilah air yang melapukkannya. Pastinya Energinya juga harus diperbesar. Jika energi potensial diperbesar dengan jarak yang diperjauh, insyallah energi doa ini akan diperbesar dengan kualitas berdoa dan kedekatan pada Allah yang diperbagus. Semoga aku pantas untuk bisa dekat denganMu, sehingga Allah mengabulkan apa yang terus kuminta dalam sajak rintihan-rintihan doa seorang anak. Aamiin Ya Allah...

Tiba-tiba, aku seperti ditunjukkan oleh Allah Pesantren mana yang baik buat aku dan dalam wktu singkat aku bener-bener pengen disini Pondok Posantren Sidogiri Pasuruan.


_..Ini PPS jaman dulu.._


_.. Ini PPS yang sekarang.._

Mohon doanya ya... siapa aja yang baca tulisanku ini :) Hatur Nuhun

Minggu, 03 Maret 2013

Oh Bapak,,, Oh Ibu...



Wahai ayah dan ibu
Dengarlah rintihan anakmu
Pimpinlah diriku ini 
Dijalan penuh berduri

Berilah ilmu mengenal Tuhan
Pencipta diri ini
Selamatkan dari tipuan dunia 
Menuju alam yang abadi 

Ilmu akhirat wajib dipelajari
Bekalan untuk bertemu Illahi
Ilmu duniawi boleh dicari
Panduan hidup untuk berbakti

Ayah dan Ibu ini impianku 
Ingin menjadi anak yang sholeh
Menolong ayah membantu ibu 
Terus berbakti di negeri abadi

Oh Tuhan beri kekuatan iman 
Pada kedua Ayah dan ibuku 
Kau ampunkan segala kelemahan 
Sentiasa dalam bimbingan-Mu

Setiap detik setiap saat 
Berada dalam ridho-Mu
Jalan yang lurus ditunjukki
Tuhan jadi sahabat sejati


Aku rindu kehangatan ini
Keharmonisan kelembutan keluarga

Kamis, 28 Februari 2013

Dan Semuanya Telah Berbeda

Sekarang semuanya sudah berbeda ya?
Kesalahan2 yang sering kita lakukan,
Seringkali menyedihkan ketika terkenang lagi.
Tapi sudahlah
Semakin salah ketika aku menyesali kesalahan yang telah kita insyafi dan bertekat untuk meninggalkannya
Memang sudah saatnya kita taubati bersama kesalahan2 ini
Kita tebus segala kekhilafan itu dengan semakin membela jalan Allah
Aku berjanji tidak akan mengganggu Kau yang sedang berjuang di jalan Allah
Dan aku akan menebusnya juga dengan caraku

Jalan kita sudah berbeda
Kau berada di jalanmu
dan akupun melangkah di jalanku
meskipun jalanku tak semulus jalanmu
Tapi aku akan berjuang
Bukan untuk menentang orang tuaku, melainkan untuk mencintainya dengan hakiki
Seperti pesan kita biasanya,,,
kita sambung doa selalu ya.
Doa itulah bentuk sejatinya silaturahmi diantara kita
Tanpa ada dosa yang menyertai lagi
Namun,,, jika memang persimpangan jalan kita dipertemukan lagi,
berarti memang akulah tulang rusukmu yang telah digariskan Allah
Meski berat dan berliku-liku, tulang rusukmu tidak akan pernah tertukar
pasti ia akan Allah berikan lagi padamu.



..dan persimpangan jalan itu kan dipertemukan lagi oleh Allah jika aku memang jodohmu..


"Sahabatku adalah orang yang di saat aku melakukan kesalahan ia amat bersemangat untuk mengingatkanku .Orang yang mengaku sebagai sahabatku akan tetapi tidak pernah mengingatkanku disaat aku salah,sungguh ia adalah musuh yang menyamar menjadi sahabat. Ia hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya dan tidak menginginkan kebaikan untukku."
Dan kaulah sejatinya sahabatku... Terimakasih Sahabat... Persahabatan singkat yang penuh makna :)

Kamis, 31 Januari 2013

our happy family


Sweety :)


lucuu :)


Me n my daughter :)


Mengarungi rumah tangga tuk gapai bintang


Tambah 1 lagi :)


baiti jannati :)


terbang bersama cinta :)


You are my everything :)

Sabtu, 15 Desember 2012

Ku Harus Akhiri ini

Entah berapa kali aku menyampaikan kata ini.
Entah berapa waktu aku sudah memutuskan untuk ini.
Aku menyadari apa yang kita lakukan ini salah.
Wa laa taqrabuz zinaa innahu kaana faahisyatan wa saa`a sabiilan [Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.] (QS. Al-Isra`: 32)
Berkali-kali ayat itu terdengar di telingaku, tapi selalu ku abaikan.
Allah,,,
Aku yakin masih ada pengampunanmu
Aku mohon ampuni segala dosaku
Rasulullah,,,
Lihatlah setan dan nafsu itu terus menggoda umatmu
Menghasut dan terus membujuk
Allah,,,
Tiada lagi daya dan upaya untukku mampu berpegang teguh di jalanMu
Semua pengabdian yang telah mampu aku lakukan
Itu semua semata-mata hanya karena cintaMu kepadaku
Allah,,,
Berikanlah kekuatan untuk ku mampu meraih kemulyaanMu
Berikanlah kemampuan untuk ku mampu mengabdi kepadaMu, berjalan di jalanMu

Minggu, 09 Desember 2012

Kupersembahkan wanita ini untukmu
Kucarikan wanita yang sempurna untukmu
Lihat,,,
dia begitu sholehah
dia takut kecantikan alaminya dilihat
dia menjaga mata indahnya dari menatap yang haram
dia menaruh niat hatinya untuk meraih kemulyaanNya
dialah wanita seleramu
ku tau itu
Kulepaskan dirimu
semoga keluarga samaralah yang kau milikki bersamanya

Sabtu, 08 Desember 2012

Ibu,,, Bapak,,, Aq Sayang Njenengan


Aku rindu senyuman itu,,, 
Aq ingin Engkau terus tesenyum seperti ini.
Tidak hanya sekarang di dunia ini.
Tapi juga kelak di akhirat.

Ibuk,,, 
Engkau adalah ibu terbaik sepanjang masa. 
Tak pernah kupungkiri segala ketulusan kasih sayangmu
Bapak,,,
Aq sayang bapak
Aku selalu rindu saat-saat aku bercerita bermacam-macam hal
Aq selalu menanti nasehat-nasehat bijak itu
Tapi maaf ,,,
Kini aku tau
 Tidak semua yang Engkau nasehatkan itu sesuai dengan hati kecilku
Banyak hal yang aku tau mengatakan yang seharusnya bukan seperti itu

Aq hanya ingin Kita masuk ke surga Allah bersama ibuk...
Kau besarkan aku dengan penuh cinta 
Kau kenalkan aku dengan Allah
Kau berikan aku kesempatan untuk lebih kenal Allah 
Kau letakkan aku pada pendidikan pesantren ini,
Dan kini dalam doaku,
Aku hanya ingin Engkau mendapatkan buah dari ini semua.
Aku ingin menyampaikan kebenaran-kebenaran Allah ini padamu 
Hingga senyuman itu kudapati lagi di surga Ilahi Rabbi
amiin