Karena aksara tak bisu dan buta. Ia bercerita, ia bersuara, dan ia mampu semaikan makna. Maka saatnyalah kita berjihad melalui pena. Meski masih mampu berucap abata.
Senin, 24 Februari 2020
Design Alat Pembersih, Ustadzaahhh...
Design alat pembersiha alabocah kelas 3 SDIT al Azhar Wonosalam 😄😍
Wahh.. Ada calon anak tehnik nih. "Teman-teman, sekarang waktunya kalian mengerjakan proyek," ucap saya bersemangat. Sengaja saya menamainya proyek untuk menarik perhatian mereka. Dan tepat seperti dugaan saya. Mereka tertarik. Mereka penasaran.
"Proyek apa ustadzah?" mereka bertanya dengan mata berbinar.
"Boleh apa saja. Boleh buat pantun, puisi, cerpen, atau apa saja."
"Ustadzah boleh menggambar alat?" seseorang bertanya. Abid Zuhdi namanya. Sontak saya mengiyakan. Penasaran saya. Kiranya apa definisi menggambar alat untuk anak seusia dia.
Waktu berlalu. Semuanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Betapa kagetnya saya atas apa yg dikerjakan Mas Abid. Dia menggambar design alat lengkap dengan keterangan detail bagiannya. Sudah serupa mahasiswa yg mempresentasikan proyek di hadapan dosen, dia juga menjelaskan kepada saya tentang alat pembersih dengan kain pel dibagian bawah, berbahan batrai yg ketika ada angin alat tersebut juga bisa bekerja dengan energi angin tapi lambat. Karena disitu ada baling2 dari stik es krim.
"Disini ada dinamo ustadzah, disini batrai, ini kabel," ucapnya sambil menunjuk beberapa bagian di gambarnya. "Mas Abid cita-citanya jadi apa, Nak?" tanya saya antusias.
"Jadi profesor ustadzah. Nanti dari sini saya ke Pujon, ke Jakarta, ke Malaysia, terus ke Jepang ustadzah, kembali lagi ke Wonosalam membuat tempat wisata."
Wuihh.. Keren sekali pemikirannya.
"Lha kenapa lho Mas kok milih ke Malaysia?"
"Karena saya pengen ke Lego Land, Ustadzah" Saya tersenyum mendengar jawabannya. Bagaimanapun anak-anak tetap anak-anak.
"Terus kenapa ke Jepang?"
"Saya pengen ke Gunung Fuji Ustadzah."
Sipp.. Sempurna saya tergugu malu dibuatnya. Saya kira dia akan menjawab karena pendidikan dan teknologi disana maju atau jawaban urgensif lainnya. 😄😄 Tapi okelah. At least, bocah satu ini keren sekali. Dia bisa berpikir semaju itu disaat teman-temannya mungkin belum mengenal Negara Jepang. Saya jadi semangat menceritakan kampus-kampus hebat dan teknologi-teknologi canggih kepada mereka. Semoga kelak jadi orang terdepan dunia, Nak..😘😘
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar