Yups.. selamat sore semuanya. Saya melaporkan Langsung dari Kuta, Bali.
Bali mulai merayap senja, menuju pergantian usia, 2k16. Semoga allah menutup tahun 2k15 ini dengan kebaikan dan segera membuka buku baru 2k16 dengan keberkahan. Amiin..
Bicara tentang peringatan tahun baru, tidak jarang lagi kita jumpai hampir seluruh penduduk bumi ini memberikan perlakuan khusus dalam memperingati tahun baru. Berjuta orang riuh ramai berduyun-duyun pergi berlibur bersama keluarga, menyiapkan piknik sederhana dengan tradisi bakar-bakar segala (sate, ikan, ayam, dan yang paling ekonomis adalah jagung). Ahh.. minimal para anak sudah terkena virus tiup terompet lah. Entah dari mana virus itu berhulu, bahkan bisa jadi orang tuanyalah yang handal mengajarkan itu.
Ya.. di kesempatan ini saya tidak akan berbicara tentang bagaimana hukum beramai-ramai merayakan tahun baru menurut islam. Itu sudah terwakili oleh banyak artikel di jejaring sosial. Tapi kali ini saya akan coba memaknai tahun baru ini dengan cara saya. Saya yang punya cerita.
Pernah berfikir kenapa tahun baru identik dengan kembang api? Padahal dari bahasanya aja, kembang api lebih cenderung berimage galak dengan kata api, dari pada indah dengan kata kembang. Apalagi jedar jedor suaranya, sering kali bikin musibah. Entah itu kambuh sakit jantung nya, atau bisa sampek terjadi kebakaran. At least. Bagi saya pribadi, kembang api adalah simbol kericuhan. Simbol panas entah karena gesekan antar golongan, atau keserakahan hawa nafsu memakan segala sebagaimana api melahap semua. Coba tahun baru diidentikkan dengan kegiatan siram-siram taman, siram-siram tumbuhan, apalagi siram-siram kerohanian. Kan kesannya adem. Katanya awali lembaran baru dengan kebaikan?? :-)
Oiyaa.. om bli guide kresna juga bilang, di bali bagian perkampungan kuta sekarang ada larangan menyalakan kembang api lho.. alasannya adalah karena aspek keamanannya.. tuh kann. Apa gue bilang.
Haha.. agak norak juga sih bahasan gue ya? Ahh.. tapi ini kan emang cuma sekedar cuap-cuap nganggur. Maklum lah yee.. hehehe
Alvita hikmatul laily melaporkan dari tkp.