Senin, 08 Desember 2014

Surat Cinta untukmu Ya Rasulullah... (versi aku)



Kau tahu Ya Rasul...
Dua hari yang lalu, kuhadirkan namamu di tulisanku.
itupun hanya karena kubaca keindahanmu di kisah-kisah yang dituliskan oleh sahabatku.

Kau tahu Ya Rasul...
Beberapa hari yang lalu, kuteteskan air mataku karenamu.
itupun hanya karena dosenku bercerita tentang nikmatnya bertamu kepadamu.

Kau tahu Ya Rasul...
waktu itu, pernah kutulis di status sosmedku, "aku dirajam rindu kepadamu".
itupun hanya karena aku ingat saat dimana aku dan sahabat-sahabatku bersholawat bersama kepadamu dalam syahdu.

Kau tahu Ya Rasul...
Saat ini, kutuliskan lagi namamu di diaryku, setelah lama sekali tak kucurahkan rasaku tentangmu.
Bukan... Bukan Ya Rasul...
Bukan karena aku tak sempat.
tapi memang karena aku kehilangan rasaku kepadamu.

Tak seperti seorang ikhwan yang sosokmu selalu memotivasi produktivitasnya
Bukan pula seperti seorang akhwat yang selalu menjaga dirinya, menutup rapat auratnya, dan menghiasi keindahannya dengan rasa malu yang serupa Sayyidah Fatimah putri tercintamu.
Bukan Ya Rasul... Bukan.
Bahkan derai yang menganak sungai ini masih tetap kehilangan muara cintanya.
Tak tahu lagi dimana bisa menemukannya.

Wahai Rasulullah...
aku rindu untuk berkata "Aku cinta Muhammad"
aku rindu untuk begitu semangatnya merancang kado-kado terindah ulang tahunmu
aku rindu untuk merasakan getar cinta yang menundukkan segenap jiwa,

Duhai Rasulullah....
Betapa aku terlalu menomer-sekiankanmu juga mengesampingkan Allah Sang Pencipta yang bahkan teramat mencintaimu.
Betapa banyak syariatmu kulanggar dengan perasaan biasa, sangat biasa.
Betapa tek terbilang kuucap sholawat tanpa engkau terbesit dalam dada.
Betapa engkau hilang dari jajaran sosok yang aku damba.
Allah... ampuni hamba Ya Allah...

Wahai Rasulullah...
Apakah aku ini umatmu?
Aku tanya kepadamu Ya Rasulullah...
Pantaskah aku menjadi umatmu?
Bilamana waktunya tiba, berkenankah kau bertemu denganku?
memberikan seteguk air dari telaga kautsarmu?

Maka, aku kan selalu memohon kepada Allah agar menganugrahkan hari-hari terbaikku menjadi umatmu.
Sehingga kugenggam kunci sakti tiap-tiap pintu menuju surga ilahi.
Sehingga kumampu bersanding denganmu, menatap keindahan Sang Maha Penguasa semesta raya
Terimalah sholawat serta salamku ini kepadamu wahai kekasih Allah....

Assholatu wassalamu alaika Ya Rasulallah, Ya nabiyallah, Ya Kholilallah, Ya habiiballah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar