Minggu, 22 Maret 2015

Sang Penunduk

Ini adalah konsep sederhana milik seorang pemimpi. ya... Dia sungguh ingin menjadi Sang penunduk seperti mereka para peri-peri itu. Dan tatkala prinsip tentang mimpinya sudah mulai terapung dan hanyut bersama nuansa dunia, nafasnya kian terisak dalam gemerlapnya sepi. Sebuah perenungan sederhana mengantarkan dirinya sampai pada jawaban tentang konsep sederhananya dulu. menghentaknya, menyadarkan dirinya atas sekian lama kelalaian hidup merudung langkah kelabunya.

Kau tahu!
Kau sendiri sebenarnya yg memutuskan prahara hatimu. Sederhana. Bahkan sangat sederhana kurasa. Kau memang bisa suka seseorang hanya dengan sekali pandangan. Kau pun bisa lebih suka seseorang hanya dengan terus mengulang pandangan. Sesederhana itu masalah bisa datang, maka sesederhana itu pula solusinya bisa kau dapatkan. Tundukkan saja pandanganmu, maka sungguh kau telah menundukkan hatimu, nafsumu, dan segala masalah yang bisa terjadi karena itu.

Senin, 09 Maret 2015

One of My Dream: being an islamic family

Pernah, bahkan sering kali terselip doa agar Allah memberikan kepada kami (me and my husband then. hehehe) anak-anak yang sholeh sholehah. Mereka terdidik dalam keindahan islam dalam setiap hari-harinya, memupuk lembar demi lembar kecintaan mereka pada Allah dan Rasulullah Saw dalam pengamalan tuntunan syariat2nya, serta membesarkan dengan penuh cinta tentunya. Bahkan hal yang mungkin tidak banyak orang pikirkan apalagi idamkan itu telah lama menjadi cita-cita saya. Terinspirasi dari banyak saudara-saudara muslimah yang tampak mulia terjaga, anggun nan santun dengan balutan busana syar`i islami, saya sangat ingin bisa menjadi seperti mereka. berpakaian panjang menutup aurat, kerudung pun menjuntai menutupi dada, serta perhiasan akhlak mulia yang semakin memperindah pribadinya. Subhanallah ingiinnyaaa. :)

namun sayang, sekedar berkeluh kesah sajalah... lingkungan yang berbeda sslalu saja membuat kita tak bisa untuk terlalu menjadi berbeda. Tak perlu lagi saya kiaskan, bukan saja tak ada tuntutan bahkan sama sekali tak ada dukungan. hingga terselip pula sebuah permohonan, "Ya Allah semoga hamba bisa mendapatkan seorang lelaki yang mampu untuk memuliakan, mendukung dalam setiap usaha perbaikan, serta menuntun untuk selalu berusaha menyempurnakan makna ketakwaan. hingga kelak, aku bisa mewujudkan cita-cita perubahan ini dengan dukungan penuh dirinya. Amiin..."

Sungguh tak perlulah kita menjustifikasi nama-nama ormas islam itu hanya dengan sekedar pandangan simbolik sebuah tampilan. Bukankah yang seperti inilah yang dimaksud oleh Islam? makna penjagaan itu tak cukup hanya dihati, karena iman pun memiliki 3 komponen utamanya; hati, lisan, dan amal perbuatan. Maka perkenankanlah raga ini bercita-cita, karena sampai mati, hati saya tetaplah ahli sunnah wal jamaah. dan sungguhlah saya terkagum melihat keluarga ini terlepas dari apapun yang telah terjadi, mereka adalah keluarga islami yang penuh komitmen penghambaan. Duh.. cantik-cantiknyaaaa... :)